konstruksi
5 Februari 2026
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

10 Teknik Pengecoran Sloof yang Efektif agar Hasilnya Kokoh

pengecoran sloof

Pengecoran sloof merupakan tahap penting dalam pembangunan rumah yang tidak boleh terlewatkan. Sloof berfungsi menghubungkan kolom sekaligus menyalurkan beban bangunan agar struktur tetap stabil, kokoh, dan tidak mudah retak. 

Jika proses pengecorannya dilakukan dengan tepat, bangunan akan lebih tahan lama serta mampu menghadapi perubahan kondisi tanah maupun cuaca. 

Dikarenakan perannya yang penting, memahami teknik pengecoran sloof menjadi langkah awal untuk memastikan kualitas konstruksi. Jadi, mari simak teknik pengecoran sloof selengkapnya di artikel ini untuk mendapatkan hasil bangunan yang kokoh, kuat, dan aman.

Teknik Pengecoran Sloof

Pengecoran sloof tidak bisa dilakukan sembarangan karena berpengaruh langsung pada kekuatan struktur bangunan. Oleh karena itu, diperlukan teknik yang tepat agar hasil cor lebih padat, kuat, dan tahan lama. Berikut beberapa teknik pengecoran sloof yang perlu diperhatikan.

1. Menyiapkan Material

Teknik pengecoran sloof pertama yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan material. Material untuk pengecoran sloof meliputi semen, pasir, kerikil, dan air yang harus dipilih dengan cermat. Pastikan menggunakan semen berkualitas tinggi serta pasir yang bersih dan bebas lumpur agar campuran beton lebih padat, kuat, dan tidak mudah rapuh.

2. Membuat Cetakan Sloof

Cetakan atau bekisting sloof umumnya dibuat dari papan kayu dengan ukuran sekitar 15–20 cm, disesuaikan dengan kebutuhan bangunan. Pastikan pemasangannya rapat dan kokoh agar adukan tidak bocor saat pengecoran, sekaligus memudahkan proses perataan beton agar hasilnya lebih rapi.

3. Pembesian Sloof

Pembesian sloof dilakukan dengan memasang tulangan pokok sesuai gambar kerja, umumnya menggunakan besi beton berdiameter sekitar 10 mm atau lebih untuk memberikan kekuatan tarik. 

Selanjutnya, pasang begel dengan jarak sekitar 10–20 cm guna menjaga posisi tulangan tetap rapat saat pengecoran. Pastikan seluruh sambungan tulangan dan begel diikat kuat menggunakan kawat bendrat agar mampu menahan beban dan tidak mudah bergeser.

Baca juga: Sloof Gantung tanpa Fondasi: Fungsi dan Cara Pembuatannya

4. Pemasangan Bekisting

Bekisting berfungsi sebagai cetakan sementara dari kayu atau multipleks untuk membentuk sloof beton. Pastikan bekisting dipasang rapat, kuat, dan dilengkapi penyangga yang kokoh agar mampu menahan tekanan beton selama pengecoran. Selain itu, sesuaikan ukurannya dengan gambar kerja agar hasil cetakan tetap rapi dan sesuai desain.

5. Menggunakan Pipa Support

Pada sloof berukuran besar atau berada di posisi cukup tinggi, penggunaan pipa support sangat diperlukan. Pipa ini berfungsi menjaga posisi sloof tetap horizontal terhadap kolom, sekaligus mencegah papan bekisting bergeser atau miring saat proses pengecoran berlangsung.

6. Pengecoran Sloof

Pengecoran sloof dilakukan setelah tulangan dan bekisting terpasang dengan benar. Gunakan beton dengan mutu yang sesuai, seperti K-225, lalu tuangkan ke dalam bekisting secara perlahan hingga seluruh bagian terisi sempurna tanpa rongga. 

Campuran beton dapat dibuat dari semen, pasir, dan koral dengan perbandingan 1:2:3 dengan adukan agak encer agar mudah mengalir ke sela cetakan. Setelah pengecoran selesai, lakukan perawatan beton dengan membasahi permukaannya secara rutin minimal selama 2×24 jam agar beton matang dan tidak mudah retak.

7. Menuangkan Coran

Penuangan coran sebaiknya dilakukan secara perlahan ke dalam bekisting agar beton mengisi cetakan dengan baik. Ketuk ringan bagian cetakan menggunakan kayu atau palu supaya adukan masuk ke setiap sudut atau gunakan concrete vibrator agar hasil pengecoran lebih merata dan permukaannya lebih rapi.

8. Tunggu Coran Mengering

Setelah pengecoran selesai, biarkan sloof mengeras secara alami. Proses pengerasan umumnya memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat hari, tergantung kondisi cuaca. Cuaca panas cenderung mempercepat pengerasan, sedangkan cuaca mendung atau lembap bisa membuatnya berlangsung lebih lama.

9. Lepas Cetakan Bekisting

Setelah beton benar-benar mengeras dan cukup kuat, lepaskan bekisting secara perlahan agar struktur sloof tidak rusak. Periksa kembali hasil cetakan untuk memastikan tidak ada cacat, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kekuatan sloof secara keseluruhan.

10. Perawatan Beton

Setelah beton mulai mengeras, lakukan perawatan atau curing dengan menyiram air secara rutin. Tujuannya menjaga kelembapan beton agar tidak cepat retak dengan waktu perawatan minimal tujuh hari supaya hasil pengecoran sloof lebih kuat dan maksimal.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Besi Sloof untuk Fondasi Kokoh

Tips Agar Sloof Lebih Kokoh

Terdapat beberapa tips penting yang perlu diperhatikan supaya sloof mampu menopang bangunan dengan lebih optimal. Berikut beberapa tips agar sloof lebih kokoh:

1. Perhatikan Kondisi Tanah

Sebelum pengerjaan sloof dimulai, pastikan kondisi tanah sudah diperiksa dengan baik. Tanah yang masih gembur perlu dipadatkan terlebih dahulu karena tanah yang tidak stabil bisa membuat sloof bergeser dan memicu retakan. Memperkuat tanah menjadi langkah penting agar bangunan lebih kokoh dan tahan lama.

2. Memilih Besi yang Berkualitas

Pastikan menggunakan besi yang berkualitas dan bebas karat untuk sloof agar struktur tetap kuat. Hindari besi bekas, serta pilih diameter minimal 10 mm karena semakin tebal besi yang digunakan, semakin baik pula daya tahan sloof dalam menahan beban bangunan.

3. Menggunakan Campuran yang Tepat

Gunakan komposisi campuran beton sesuai standar agar sloof lebih kuat. Perbandingan yang umum dipakai adalah 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil dengan takaran air secukupnya. Campuran yang pas akan menghasilkan beton lebih padat dan tahan lama.

4. Lakukan Pengecoran Sekaligus

Pengecoran sloof sebaiknya dilakukan sekaligus tanpa jeda agar tidak menimbulkan sambungan lemah. Proses cor yang terputus bisa memicu retakan dan menurunkan kekuatan sloof, sedangkan pengecoran menyeluruh akan menghasilkan struktur yang lebih solid dan tahan lama.

5. Merawat Beton dengan Benar

Beton yang baru dicor perlu dirawat dengan menjaga kelembapannya agar tidak cepat kering. Lakukan penyiraman secara rutin dengan proses curing minimal selama tujuh hari karena perawatan yang baik membantu beton mencapai kekuatan maksimal.

Itulah pembahasan mengenai teknik pengecoran sloof yang efektif untuk memastikan struktur bangunan lebih kokoh dan tahan lama. Proses pengecoran sloof memang memerlukan perencanaan serta pengerjaan yang teliti karena kesalahan pada tahap ini dapat berdampak langsung pada kestabilan dan usia bangunan.

Selain teknik yang tepat, penggunaan material berkualitas juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengecoran sloof. Untuk hasil yang lebih optimal, Anda dapat mengandalkan Semen Merah Putih Watershield, semen super premium dengan teknologi water repellent yang memberikan perlindungan terhadap rembesan air dari luar, dalam, maupun air kapiler dari tanah.

Semen Merah Putih Watershield cocok digunakan untuk berbagai pekerjaan konstruksi, mulai dari pengecoran sloof, kolom, fondasi, dak beton, hingga pasangan bata dan plesteran. Keunggulan ini menjadikannya pilihan tepat untuk menjaga kekuatan struktur bangunan dalam jangka panjang.

Sedang merencanakan atau menjalankan proyek konstruksi? Pastikan Anda memilih semen berkualitas untuk hasil terbaik. Segera hubungi kami untuk mendapatkan informasi lengkap atau konsultasi sesuai kebutuhan konstruksi Anda.

Baca juga: Apa itu Tie Beam? Ini Pengertian, Fungsi, & Cara Memasangnya

Bagikan
X

Artikel Terkait