konstruksi
6 Januari 2026
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

10+ Jenis Material Bangunan Rumah dan Tips Memilihnya

material bangunan rumah

Memahami material bangunan rumah merupakan langkah penting saat membangun atau merenovasi hunian. Pemilihan bahan bangunan yang tepat membantu menyesuaikan kualitas dengan kebutuhan serta menghindari risiko pembengkakan biaya. 

Selain menunjang kekokohan dan ketahanan rumah terhadap berbagai cuaca, material yang berkualitas juga berperan menjaga nilai hunian sebagai aset jangka panjang. Kesalahan memilih bahan dapat membuat bangunan cepat rusak dan memicu biaya perbaikan berulang. 

Oleh karena itu, penting mengetahui jenis material bangunan beserta fungsinya sebelum menentukan pilihan. Simak pembahasan lengkapnya agar keputusan yang diambil lebih tepat dan efisien.

Jenis-Jenis Material Bangunan Rumah

Struktur bangunan menjadi tahap awal dalam membangun hunian dari nol karena berfungsi membentuk konstruksi rumah secara keseluruhan. Pada proses ini, pemilihan material utama memegang peran penting dalam menentukan kekuatan dan ketahanan bangunan. Berikut ini jenis-jenis material bangunan rumah yang umum digunakan:

1. Semen

Semen merupakan salah satu material bangunan rumah yang paling penting. Hampir seluruh pekerjaan konstruksi mengandalkan semen, terutama pada bagian struktur. 

Mulai dari pembuatan fondasi sebagai campuran beton hingga perekat batu bata pada dinding, semen selalu berperan utama dalam menjaga kekuatan bangunan.

2. Kayu

Kayu merupakan salah satu dari bahan-bahan bangunan alami yang telah lama digunakan dalam konstruksi rumah. Fungsinya beragam, mulai dari kerangka bangunan, rangka atap, kusen pintu dan jendela, hingga pelapis dinding dan lantai. 

Kayu tetap banyak dipilih karena kuat, tahan lama, dan mudah dibentuk. Beberapa jenis kayu, seperti kayu Kalimantan, dikenal berkualitas tinggi, namun kayu lain tetap layak digunakan asalkan kadar airnya di bawah 20% atau telah melalui proses pengovenan agar tidak mudah lapuk.

3. Baja

Baja menjadi salah satu material bangunan rumah yang kini banyak digunakan. Umumnya, baja dimanfaatkan sebagai sloof di atas fondasi, rangka dinding, hingga konstruksi atap. Fungsinya penting untuk memperkuat struktur dinding agar mampu menahan beban atap. 

Baja dikenal tahan terhadap karat dan rayap karena terbuat dari logam sehingga lebih awet. Selain itu, penggunaan baja juga memudahkan proses perakitan rangka dan membantu mempercepat pembangunan rumah.

Baca juga: Mengenal Material Bangunan Tahan Gempa​ dan Karakteristiknya

4. Pasir

Pasir merupakan bahan mentah untuk bangunan yang hampir selalu digunakan sebagai campuran semen dan air untuk beton maupun perekat batu bata. Material ini berperan penting pada fondasi, plesteran dinding, hingga pembuatan batako. 

Kualitas pasir sangat menentukan kekokohan bangunan sehingga sebaiknya Anda memilih pasir bertekstur kasar, berbutir tajam, berwarna gelap, dan berkadar lumpur rendah. Cara mudah mengeceknya adalah dengan menggenggam pasir, jika mudah menggumpal, kualitasnya kurang baik.

5. Batu Bata

Bahan material bangunan yang sering digunakan berikutnya adalah batu bata. Batu bata merupakan material bangunan rumah yang berperan penting dalam pembuatan dinding. Material ini disusun menggunakan campuran semen dan pasir agar hasilnya kuat dan merekat dengan baik.

Batu bata tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bangunan. Meski kini banyak alternatif dinding, seperti batako dan bata ringan yang harganya relatif lebih terjangkau, batu bata tetap dipilih karena kekuatan serta kualitasnya yang sudah terbukti untuk konstruksi rumah.

6. Besi Beton

Besi beton digunakan sebagai penulangan pada konstruksi beton untuk pondasi dan rangka bangunan agar strukturnya kuat dan stabil. Diameter besi beton bervariasi, mulai dari 6–25 mm dengan panjang standar sekitar 12 meter. 

Sebagai bagian dari alat konstruksi bangunan, material ini tersedia dalam beberapa jenis, seperti besi beton polos, ulir, besi hollow, dan jenis lain yang disesuaikan dengan kebutuhan struktur.

7. Batu Alam

Batu alam digunakan sebagai material utama dalam pembuatan fondasi dan proses pengecoran beton, meski jenisnya berbeda. Untuk fondasi, batu alam seperti batu kali atau batu gunung paling sering dipakai karena kuat menopang beban bangunan.

Sementara itu, pada proses pengecoran beton, batu split lebih umum digunakan dan dicampur bersama semen serta pasir agar struktur bangunan menjadi kokoh.

Baca juga: Mengenal Bahan Baku Semen, Jenis, dan Cara Pembuatannya

8. Triplek

Triplek merupakan material bangunan yang terbuat dari lapisan kayu yang direkatkan menjadi satu. Bahan ini sering digunakan untuk pelapis dinding interior, plafon rumah, hingga bekisting beton. 

Sifatnya mudah dibentuk sehingga triplek kerap dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan perabot rumah tangga.

9. Kerikil

Kerikil digunakan sebagai bahan campuran semen dan pasir dalam pembuatan beton, baik untuk fondasi dinding maupun pagar rumah. 

Material ini tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 5 hingga 50 mm, yang masing-masing disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi. Perannya penting sebagai pelengkap campuran agar beton lebih kuat dan stabil.

10. Genteng

Genteng berfungsi sebagai penutup atap yang melindungi rumah dari perubahan cuaca dan suhu agar hunian tetap nyaman. 

Di Indonesia, genteng tanah liat masih paling umum digunakan, meski kini banyak orang beralih ke alternatif lain, seperti genteng metal, beton, kayu, keramik, hingga asbes atau metal ringan. Jenis genteng dapat dipilih sesuai kebutuhan dan karakter bangunan rumah.

11. Keramik

Keramik merupakan material bangunan yang umum digunakan sebagai pelapis lantai, dinding, backsplash, hingga countertop. Bahan ini terbuat dari tanah liat, pasir, dan mineral lain yang dipadatkan, serta tersedia dalam berbagai ukuran dan harga. 

Selain mempercantik tampilan rumah, keramik juga membantu menjaga suhu ruangan agar tidak terasa panas, sehingga sering dipasang pada dinding. Untuk pemasangannya, keramik memerlukan perekat khusus berupa mortar yang disesuaikan dengan jenisnya.

12. Kaca

Kaca kini tidak hanya digunakan pada jendela, tetapi juga sebagai pelapis dinding dan pintu pada rumah modern. Material ini membantu memaksimalkan pencahayaan alami sehingga hunian terasa lebih terang. 

Selain lebih mudah diaplikasikan dan relatif terjangkau dibanding beton, daya tahan kaca memang tidak sekuat dinding beton. Oleh karena itu, kaca umumnya digunakan sebagai lapisan dinding di area tertentu, seperti bagian belakang rumah.

Tips Memilih Material Bangunan Rumah yang Tepat 

Baik untuk renovasi maupun membangun rumah dari nol, pemilihan material perlu dilakukan dengan cermat agar hasilnya awet dan sesuai kebutuhan. Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan:

  • Perhatikan daya tahan: Pilih material yang kuat menghadapi kelembapan, cuaca, korosi, hingga risiko api agar hunian lebih aman dan tahan lama.
  • Pilih yang mudah dirawat: Material berkualitas umumnya tidak membutuhkan perawatan rumit sehingga membantu menghemat biaya perawatan rumah dalam jangka panjang.
  • Utamakan bahan bergaransi: Material bergaransi memberi perlindungan jika terjadi kerusakan dalam periode tertentu dan mengurangi risiko kerugian.
  • Sesuaikan dengan biaya yang masuk akal: Harga murah memang menggiurkan, tetapi pastikan kualitasnya sebanding agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
  • Pilih bahan yang mudah didapat: Ketersediaan material dan alat-alat bangunan di sekitar lokasi memengaruhi harga serta kelancaran proses pembangunan.
  • Pertimbangkan nilai estetika: Material dengan warna dan desain yang serasi dapat meningkatkan keindahan rumah, seperti pemilihan ubin kayu, keramik, granit, atau marmer sesuai gaya hunian.

Itu dia beberapa jenis material bangunan rumah beserta tips memilih yang tepat agar hasilnya  kuat, tahan lama, dan nyaman untuk bangunan dalam jangka panjang. Dalam proses pembuatannya, salah satu material yang tidak boleh diabaikan adalah semen karena hampir seluruh proses konstruksi bergantung pada kualitasnya.

Untuk menunjang kebutuhan tersebut, Anda dapat memilih Semen Merah Putih Watershield, semen multiguna premium dengan teknologi water repellent yang membantu melindungi bangunan dari risiko rembesan air. Produk ini cocok digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti acian, plester, pasangan bata, hingga pengecoran kolom dan dak.

Ingin mengetahui lebih lanjut pilihan produk Semen Merah Putih lainnya yang sesuai dengan kebutuhan material bangunan rumah Anda? Hubungi kami sekarang dan temukan solusi terbaik untuk konstruksi yang lebih kuat dan tahan lama.

Baca juga: Daftar Harga Bahan Bangunan Terbaru dan Macamnya!

Bagikan
X

Artikel Terkait