konstruksi
5 Februari 2026
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

Bahan Dinding GRC: Kenali Jenis, Harga, Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Bahan Dinding GRC

Semakin berkembangnya bidang konstruksi dan arsitektur, permintaan pasar akan material bangunan yang kuat, ringan, dan mudah untuk diaplikasikan semakin meningkat. Dari sinilah pemanfaatan bahan bangunan grc semakin populer di masyarakat.

Sebagai opsi favorit, bahan bangunan grc diminati karena selain ringan dan kokoh, material ini dapat dengan mudah diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan seperti sekat dinding, plafon, hingga elemen dekoratif interior lainnya.

Mari pelajari lebih lanjut terkait material GRC, kelebihan, kekurangan, dan jenis-jenisnya dalam artikel ini.

Apa Itu Bahan GRC?

GRC merupakan singkatan dari Glassfiber Reinforced Cement, sesuai namanya material ini terbuat dari campuran antara pasir, semen, air, polimer, dengan serat kaca (alkali-resistant glass fibres). Material GRC pertama kali berkembang di Negara Rusia pada tahun 1940-an kemudian menjadi populer di dunia pada tahun 1970an.

Bahan GRC memiliki ketahanan terhadap benturan yang tinggi, kokoh, bobotnya ringan, tahan api, tahan terhadap air serta tidak menyerap kelembapan. Selain karena sifatnya yang sangat cocok untuk menjadi bahan dalam konstruksi, material ini juga populer karena lebih ramah lingkungan.

Komposisi bahan penyusun GRC memerlukan lebih sedikit penggunaan semen dan memanfaatkan lebih banyak bahan daur ulang, hal ini menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh material GRC populer karena lebih ramah lingkungan.

Terdapat dua metode utama pembuatan GRC yaitu spray-up dan premix. Metode spray-up merupakan teknik pembuatan GRC secara on-site di lokasi proyek dengan menggunakan spray gun dan cetakan sehingga bentuknya bisa di custom sesuai kebutuhan.

Spray gun yang digunakan khusus dilengkapi dengan fibre chopper yang secara terus-menerus memotong serat kaca dan mencampurkannya ke dalam adonan beton. Metode ini biasanya digunakan untuk proyek skala besar yang memerlukan custom bentuk khusus.

Di sisi lain, proses premix merupakan metode pembuatan GRC lembaran yang dilakukan dengan menuangkan campuran bahan ke dalam cetakan. Metode premix dilakukan di pabrik dengan ukuran yang telah distandarkan dan hasil akhirnya dijual di toko bangunan.

Baca juga: 10+ Jenis Material Bangunan Rumah dan Tips Memilihnya

Jenis-Jenis Bahan GRC

Semakin tingginya permintaan grc untuk dinding dan interior lainnya, akhirnya membuat opsi bahan bangunan grc di pasaran kini hadir dalam beberapa varian sesuai fungsi penerapannya. Beberapa di antaranya:

1. GRC Board

GRC board adalah jenis papan lembaran yang paling umum ditemukan di toko bangunan dan digunakan dalam konstruksi. Keunggulannya meliputi daya tahan cuaca ekstrem, anti jamur dan rayap, serta permukaan yang sudah halus siap cat.

Aplikasi penggunaan produk ini sangat populer sebagai grc untuk dinding partisi pembatas ruangan, pelapis fasad luar, hingga Plafon bangunan.

Adapun standar ketebalan grc untuk dinding ruangan umumnya berkisar antara 6 mm hingga 9 mm, sedangkan untuk area dinding luar bisa menggunakan lembaran tebal 10 mm hingga 12 mm dengan dimensi standar 1,2 m x 2,4 m.

2. GRC Wall Panel

Sama seperti GRC board, GRC wall panel juga sangat umum ditemui di toko bangunan untuk kebutuhan konstruksi. GRC wall panel biasanya memiliki ukuran lebih besar dan lebih tebal dibandingkan board biasa, penggunaanya untuk fasad, panel dekoratif, atau dinding exterior. 

3. GRC Floor

Selanjutnya, GRC floor merupakan bahan yang umum digunakan untuk lantai, yang memiliki daya tahan berat yang lebih besar. Material GRC floor biasanya diaplikasikan pada lantai mezzanine bangunan bertingkat atau lantai tambahan untuk renovasi. GRC floor biasanya memiliki ukuran ketebalan antara 15 mm sampai 20 mm dengan standar ukuran lembarannya 1,4 m x 2,4 m.

Harga Bahan Dinding GRC

Selain kuat, praktis, dan ringan, harga material ini terbilang terjangkau dibanding pembuatan sekat konvensional. Pilihan harga umumnya disesuaikan dengan spesifikasi ketebalan grc untuk dinding atau kebutuhan plafon yang Anda pilih.

Berikut estimasi harga grc untuk dinding per lembarnya di pasaran:

  • Ukuran 1,2 m x 2,4 m dengan ketebalan 4 mm memiliki harga Rp55.000–Rp70.000.
  • Ukuran 1,2 m x 2,4 m dengan ketebalan 6 mm memiliki harga Rp80.000–Rp100.000.
  • Ukuran 1,2 m x 2,4 m dengan ketebalan 8 mm memiliki harga Rp110.000–Rp130.000.
  • Ukuran 1,2 m x 2,4 m dengan ketebalan 10 mm memiliki harga Rp140.000–Rp160.000.
  • GRC board finishing dengan ketebalan 6-8 mm memiliki harga Rp180.000–Rp250.000.

Kelebihan Bahan Dinding GRC

Banyak masyarakat memilih pembuatan tembok grc sebagai alternatif dinding konvensional karena efisiensi dan daya tahannya. Adapun beberapa kelebihan material ini adalah sebagai berikut:

1. Kuat

Komposisi GRC dari semen dan kandungan serat kaca membuat material ini menjadi lebih tahan benturan dan memiliki kekuatan menahan beban. Meskipun kepadatan dalam papan GRC mirip dengan beton biasa, panel GRC dapat dibuat jauh lebih tipis sehingga 80% lebih ringan dibandingkan beton konvensional dengan kekuatan yang juga sangat baik.

2. Serbaguna

Selain ringan dan kuat, GRC juga merupakan material serbaguna yang dapat dimodifikasi sesuai keinginan. Karena tidak memerlukan baja atau komponen penopang lainnya, GRC dapat dikreasikan dengan desain dan ukuran yang diinginkan. Selain itu, tersedia juga berbagai jenis finishing GRC dengan tekstur, warna, dan detail permukaan yang beragam.

3. Tahan Lama dan Tahan Api

Berbeda dengan struktur beton tebal pada umumnya, penerapannya pada tembok grc tidak mudah mengalami korosi sehingga masa pakainya jauh lebih tahan lama. Lebih lanjut, material ini juga tidak membutuhkan perawatan rumit serta dapat diformulasikan agar memiliki ketahanan ekstra terhadap cuaca, kelembapan, suara, api, dan benturan.

4. Ramah Lingkungan

Produksi panel GRC jika dibandingkan dengan beton konvensional, membutuhkan energi dan bahan baku yang lebih sedikit. Bahkan pembuatan GRC juga sering kali menggunakan bahan daur ulang, hal ini yang menjadikan material ini menjadi lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Perbedaan Acian dan Plesteran dan Tips Mengaplikasikannya

Kekurangan Bahan Dinding GRC

Selain memiliki banyak kelebihan, penggunaan GRC juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya:

1. Perlu Alat Pemotong Khusus

Bahan GRC pada dasarnya dapat dipotong dengan menggunakan gergaji, namun hasilnya akan kasar dan kurang presisi. Oleh karena itu, biasanya pemotongan GRC menggunakan mesin pemotong keramik atau mesin gerinda.

2. Tidak dapat Dibentuk Ulang Ketika Sudah Terpasang

Layaknya papan lainnya, material GRC yang telah terpasang tidak dapat dibentuk ulang, sehingga harus didesain dan diukur dengan tepat terlebih dahulu sebelum dipasang.

3. Harga Lebih Mahal jika Custom

Dalam proyek konstruksi skala besar yang membutuhkan GRC custom, harganya tentu akan lebih tinggi dibandingkan board yang dijual dipasaran. Namun harga yang dibayarkan masih sebanding dengan hasil yang diinginkan.

Demikian penjelasan tentang material GRC mulai dari jenis-jenisnya, kelemahan, kelebihan, serta harganya. Bagi Anda yang sedang memiliki proyek pembangunan, memilih material yang berkualitas dan tepat guna adalah hal yang sangat penting. 

Salah satunya pemilihan material semen sebagai pondasi utama rumah Anda. Untuk itu, Anda bisa memilih semen berkualitas seperti Semen Merah Putih Watershield yang bisa digunakan untuk berbagai aplikasi bangunan, mulai dari pondasi, dak beton, cor-coran, pasangan bata, plesteran, hingga acian.

Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang produk Semen Merah Putih dan temukan solusi konstruksi terbaik untuk proyek Anda!

Baca juga: Panduan Tinggi Plafon Ideal Agar Rumah Lebih Proporsional

Bagikan
X

Artikel Terkait