Semakin berkembangnya bidang konstruksi dan arsitektur, permintaan pasar akan material bangunan yang kuat, ringan, dan mudah untuk diaplikasikan semakin meningkat. Dari sinilah munculnya inovasi bahan dinding GRC.
Bahan GRC sekarang sangat populer dan diminati oleh masyarakat karena selain ringan dan kuat, material ini juga dapat dengan mudah diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan seperti dinding, plafon, ataupun interior lainnya.
Mari pelajari lebih lanjut terkait material GRC, kelebihan, kekurangan, dan jenis-jenisnya dalam artikel ini.
Apa Itu Bahan GRC?
GRC merupakan singkatan dari Glassfiber Reinforced Cement, sesuai namanya material ini terbuat dari campuran antara pasir, semen, air, polimer, dengan serat kaca (alkali-resistant glass fibres). Material GRC pertama kali berkembang di Negara Rusia pada tahun 1940-an kemudian menjadi populer di dunia pada tahun 1970an.
Bahan GRC memiliki ketahanan terhadap benturan yang tinggi, kokoh, bobotnya ringan, tahan api, tahan terhadap air serta tidak menyerap kelembapan. Selain karena sifatnya yang sangat cocok untuk menjadi bahan dalam konstruksi, material ini juga populer karena lebih ramah lingkungan.
Komposisi bahan penyusun GRC memerlukan lebih sedikit penggunaan semen dan memanfaatkan lebih banyak bahan daur ulang, hal ini menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh material GRC populer karena lebih ramah lingkungan.
Terdapat dua metode utama pembuatan GRC yaitu spray-up dan premix. Metode spray-up merupakan teknik pembuatan GRC secara on-site di lokasi proyek dengan menggunakan spray gun dan cetakan sehingga bentuknya bisa di custom sesuai kebutuhan.
Spray gun yang digunakan khusus dilengkapi dengan fibre chopper yang secara terus-menerus memotong serat kaca dan mencampurkannya ke dalam adonan beton. Metode ini biasanya digunakan untuk proyek skala besar yang memerlukan custom bentuk khusus.
Di sisi lain, proses premix merupakan metode pembuatan GRC lembaran yang dilakukan dengan menuangkan campuran bahan ke dalam cetakan. Metode premix dilakukan di pabrik dengan ukuran yang telah distandarkan dan hasil akhirnya dijual di toko bangunan.
Baca juga: 10+ Jenis Material Bangunan Rumah dan Tips Memilihnya
Jenis-Jenis Bahan GRC
Semakin tingginya permintaan terhadap bahan GRC menjadikan bahan material satu ini memiliki jenis yang beragam sesuai dengan kebutuhan. Beberapa di antaranya:
1. GRC Board
GRC board adalah jenis material yang paling umum ditemukan di toko bangunan dan digunakan dalam konstruksi. GRC board memiliki berbagai keunggulan seperti tahan cuaca extrem, anti jamur dan rayap, serta permukaannya halus.
Penggunaan GRC board biasanya untuk partisi ruangan, pelapis dinding area luar, serta sebagai plafon bangunan. Material ini biasanya memiliki ketebalan mulai dari 6mm hingga 12 mm dengan ukuran 1,2 m x 2,4 m atau 1,2 x 2,4 m.
2. GRC Wall Panel
Sama seperti GRC board, GRC wall panel juga sangat umum ditemui di toko bangunan untuk kebutuhan konstruksi. GRC wall panel biasanya memiliki ukuran lebih besar dan lebih tebal dibandingkan board biasa, penggunaanya untuk fasad, panel dekoratif, atau dinding exterior.
3. GRC Floor
Selanjutnya, GRC floor merupakan bahan yang umum digunakan untuk lantai, yang memiliki daya tahan berat yang lebih besar. Material GRC floor biasanya diaplikasikan pada lantai mezzanine bangunan bertingkat atau lantai tambahan untuk renovasi. GRC floor biasanya memiliki ukuran ketebalan antara 15 mm sampai 20 mm dengan standar ukuran lembarannya 1,4 m x 2,4 m.
Kelebihan Bahan Dinding GRC
Banyak masyarakat memilih material GRC sebagai bahan konstruksi karena beberapa kelebihannya. Adapun beberapa kelebihan bahan dinding GRC adalah sebagai berikut:
1. Kuat
Komposisi GRC dari semen dan kandungan serat kaca membuat material ini menjadi lebih tahan benturan dan memiliki kekuatan menahan beban. Meskipun kepadatan dalam papan GRC mirip dengan beton biasa, panel GRC dapat dibuat jauh lebih tipis sehingga 80% lebih ringan dibandingkan beton konvensional dengan kekuatan yang juga sangat baik.
2. Serbaguna
Selain ringan dan kuat, GRC juga merupakan material serbaguna yang dapat dimodifikasi sesuai keinginan. Karena tidak memerlukan baja atau komponen penopang lainnya, GRC dapat dikreasikan dengan desain dan ukuran yang diinginkan. Selain itu, tersedia juga berbagai jenis finishing GRC dengan tekstur, warna, dan detail permukaan yang beragam.
3. Tahan Lama dan Tahan Api
Berbeda dengan beton konvensional pada umumnya, dinding GRC tidak mudah mengalami korosi sehingga lebih tahan lama. Lebih lanjut, material ini juga tidak membutuhkan perawatan khusus serta dapat diformulasikan dengan bahan pelapis lain agar memiliki ketahanan tambahan terhadap cuaca, suara, api, bahan kimia, dan benturan.
4. Ramah Lingkungan
Produksi panel GRC jika dibandingkan dengan beton konvensional, membutuhkan energi dan bahan baku yang lebih sedikit. Bahkan pembuatan GRC juga sering kali menggunakan bahan daur ulang, hal ini yang menjadikan material ini menjadi lebih ramah lingkungan.
Baca juga: Perbedaan Acian dan Plesteran dan Tips Mengaplikasikannya
Kekurangan Bahan Dinding GRC
Selain memiliki banyak kelebihan, penggunaan GRC juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya:
1. Perlu Alat Pemotong Khusus
Bahan GRC pada dasarnya dapat dipotong dengan menggunakan gergaji, namun hasilnya akan kasar dan kurang presisi. Oleh karena itu, biasanya pemotongan GRC menggunakan mesin pemotong keramik atau mesin gerinda.
2. Tidak dapat Dibentuk Ulang Ketika Sudah Terpasang
Layaknya papan lainnya, material GRC yang telah terpasang tidak dapat dibentuk ulang, sehingga harus didesain dan diukur dengan tepat terlebih dahulu sebelum dipasang.
3. Harga Lebih Mahal jika Custom
Dalam proyek konstruksi skala besar yang membutuhkan GRC custom, harganya tentu akan lebih tinggi dibandingkan board yang dijual dipasaran. Namun harga yang dibayarkan masih sebanding dengan hasil yang diinginkan.
Harga Bahan Dinding GRC
Selain kuat, praktis, ringan, dan aplikatif, harga GRC juga termasuk terjangkau dibandingkan pembuatan dinding semen dan batu bata. Berikut estimasi harga GRC per lembarnya:
- Ukuran 1,2 m x 2,4 m dengan ketebalan 4 mm memiliki harga Rp55.000–Rp70.000.
- Ukuran 1,2 m x 2,4 m dengan ketebalan 6 mm memiliki harga Rp80.000–Rp100.000.
- Ukuran 1,2 m x 2,4 m dengan ketebalan 8 mm memiliki harga Rp110.000–Rp130.000.
- Ukuran 1,2 m x 2,4 m dengan ketebalan 10 mm memiliki harga Rp140.000–Rp160.000.
- GRC board finishing dengan ketebalan 6-8 mm memiliki harga Rp180.000–Rp250.000.
Demikian penjelasan tentang material GRC mulai dari jenis-jenisnya, kelemahan, kelebihan, serta harganya. Bagi Anda yang sedang memiliki proyek pembangunan, memilih material yang berkualitas dan tepat guna adalah hal yang sangat penting.
Salah satunya pemilihan material semen sebagai pondasi utama rumah Anda. Untuk itu, Anda bisa memilih semen berkualitas seperti Semen Merah Putih Watershield yang bisa digunakan untuk berbagai aplikasi bangunan, mulai dari pondasi, dak beton, cor-coran, pasangan bata, plesteran, hingga acian.
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang produk Semen Merah Putih dan temukan solusi konstruksi terbaik untuk proyek Anda!
Baca juga: Panduan Tinggi Plafon Ideal Agar Rumah Lebih Proporsional



