Sebagai pemilik bangunan, penting memahami standar pencahayaan dalam ruangan. Dengan pencahayaan yang tepat, aktivitas sehari-hari bisa berjalan lancar, baik untuk menciptakan rumah elegan maupun suasana kerja yang nyaman di kantor.
Pencahayaan yang sesuai tidak hanya membuat kegiatan lebih efisien, tetapi juga mendukung keselamatan dan kenyamanan penghuni. Untuk mengetahui standar pencahayaan yang ideal, simak penjelasannya di sini.
Standar Pencahayaan Ruangan
Untuk menciptakan pencahayaan ruangan yang ideal, penting memahami jenis-jenis sistem pencahayaan yang biasa digunakan.
Setiap sistem memiliki cara kerja dan keunggulannya masing-masing sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas dan desain ruangan. Berikut beberapa sistem pencahayaan yang umum diterapkan:
1. Sistem Pencahayaan Langsung
Pencahayaan langsung adalah sistem yang memfokuskan hampir seluruh cahaya, sekitar 90–100%, langsung ke area atau objek yang ingin diterangi. Kelebihannya, cahaya digunakan secara maksimal sehingga penerangan lebih efektif dan jelas.
Namun, sistem ini bisa membuat ruangan terasa silau dan kurang nyaman, bahkan berpotensi membahayakan jika terlalu terang. Untuk penggunaan di ruangan pribadi, pencahayaan langsung sebaiknya dipadukan dengan warna tembok yang cerah.
Warna terang membantu cahaya menyebar lebih merata sehingga ruangan tetap terang tetapi nyaman bagi mata.
2. Sistem Pencahayaan Semi-Langsung
Pencahayaan semi-langsung adalah sistem yang mengarahkan sekitar 60 hingga 90 persen cahaya langsung ke objek yang ingin diterangi, sementara sisanya dipantulkan ke dinding, plafon, atau permukaan lain di ruangan. Sistem ini dibuat untuk mengurangi kelemahan pencahayaan langsung yang sering membuat silau dan kurang nyaman.
Dengan adanya pantulan cahaya, pencahayaan semi langsung memberikan cahaya yang lebih lembut dan merata, sehingga ruangan terasa nyaman dan tidak menyilaukan. Sistem ini cocok digunakan di ruang tamu atau area yang membutuhkan pencahayaan yang fungsional sekaligus estetis.
Agar hasilnya lebih maksimal, sebaiknya gunakan warna tembok cerah seperti putih. Warna putih dapat memantulkan cahaya hingga 90 persen, membuat ruangan lebih terang tanpa perlu menambah banyak lampu. Perpaduan pencahayaan semi langsung dengan warna tembok yang tepat akan menciptakan ruangan yang terang, nyaman, dan hemat energi.
Baca juga: 10 Cara Membuat Ruang Bawah Tanah Agar Aman dan Nyaman!
3. Sistem Pencahayaan Semi Tidak langsung
Pencahayaan semi-tidak langsung adalah cara memberi cahaya di mana sebagian besar, sekitar 60 sampai 90 persen, diarahkan ke langit-langit atau bagian atas dinding. Sisanya, sekitar 10 sampai 40 persen, dipantulkan ke bawah untuk menerangi ruangan. Karena cahaya tidak langsung mengenai objek, efeknya lebih lembut dan merata.
Warna dan kondisi langit-langit sangat berpengaruh pada hasil pencahayaan. Langit-langit yang bersih dan terang membantu cahaya memantul dengan baik, membuat ruangan terasa lebih terang dan nyaman.
Kelebihan utama dari sistem ini adalah mengurangi bayangan tajam dan silau sehingga aktivitas di ruangan lebih nyaman. Pencahayaan semi-tidak langsung cocok untuk ruang kerja, ruang belajar, atau ruang santai yang membutuhkan cahaya stabil dan nyaman bagi mata.
4. Sistem Pencahayaan Difus
Pencahayaan difus adalah cara memberi cahaya di ruangan dengan membagi sinar secara merata ke berbagai arah. Sekitar 40 sampai 60 persen cahaya langsung mengenai objek yang ingin diterangi, sedangkan sisanya dipantulkan ke dinding dan langit-langit.
Karena cahaya menyebar ke atas dan bawah, sistem ini termasuk pencahayaan langsung dan tidak langsung sekaligus.Sistem ini dibuat supaya ruangan terasa terang tapi tetap lembut.
Cahaya yang dipantulkan membantu mengurangi kontras yang tajam sehingga pencahayaan lebih merata. Meski begitu, pencahayaan difus bisa menimbulkan bayangan atau silau jika tidak dikombinasikan dengan desain ruangan yang tepat.
Agar hasilnya maksimal, gunakan warna tembok dan langit-langit yang terang supaya cahaya dapat memantul lebih baik. Dengan pengaturan yang tepat, pencahayaan difus memberikan cahaya yang nyaman dan fungsional, cocok untuk ruang kerja, ruang tamu, atau area santai.
5. Sistem Pencahayaan Tidak Langsung
Pencahayaan tidak langsung adalah cara memberi cahaya di mana hampir semua cahaya, sekitar 90 sampai 100 persen, diarahkan ke langit-langit atau bagian atas dinding. Cahaya ini kemudian dipantulkan kembali ke seluruh ruangan sehingga pencahayaan terasa lembut dan merata tanpa sinar langsung mengenai objek.
Sistem ini lebih nyaman untuk mata dibanding pencahayaan langsung karena tidak menimbulkan bayangan tajam atau silau. Pantulan cahaya dari langit-langit membuat ruangan terasa tenang dan menyenangkan, cocok untuk ruang santai, dapur modern, atau area yang butuh cahaya halus.
Kekurangannya, pencahayaan tidak langsung kurang efisien karena sebagian intensitas cahaya berkurang saat dipantulkan. Untuk mendapatkan cahaya yang cukup, biasanya dibutuhkan lampu lebih banyak atau lampu dengan daya lebih besar.
Dengan warna langit-langit dan dinding yang cerah serta desain interior yang tepat, pencahayaan tidak langsung bisa memberikan suasana ruangan yang nyaman sekaligus terlihat menarik.
Baca juga: 12 Cara Membuat Sirkulasi Udara Rumah agar Lebih Sejuk
Standar Pencahayaan Ruangan Menurut KEPMENKES RI
Agar pencahayaan di dalam ruangan sesuai kebutuhan dan mendukung aktivitas kerja dengan baik, penting mengetahui standar pencahayaan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan melalui KEPMENKES No. 1405/MENKES/SK/XI/02. Berikut panduan tingkat pencahayaan dalam satuan lux sesuai jenis pekerjaan dan fungsi ruangan:
- 100 lux: Untuk pekerjaan kasar yang jarang dilakukan, misalnya ruang penyimpanan, ruang instalasi, atau ruang peralatan.
- 200 lux: Cocok untuk pekerjaan kasar yang rutin, seperti ruang kerja dengan mesin atau perakitan kasar.
- 300 lux: Dibutuhkan untuk pekerjaan rutin, misalnya ruang kontrol, administrasi, penyusunan dokumen, atau pekerjaan mesin.
- 500 lux: Untuk pekerjaan agak halus, seperti ruang pemeriksaan, ruang gambar, atau pekerjaan dengan alat mesin.
- 1000 lux: Ideal untuk pekerjaan halus seperti perakitan detail, pemilihan warna, atau pekerjaan mesin presisi.
- 1500 lux: Dibutuhkan untuk pekerjaan sangat halus yang harus bebas bayangan, misalnya pemeriksaan mesin atau perakitan tangan.
- 3000 lux: Untuk pekerjaan terinci yang sangat presisi dan bebas bayangan, seperti pemeriksaan detail atau perakitan sangat halus.
Dengan mengikuti standar pencahayaan ruangan ini, aktivitas di dalamnya akan lebih sesuai, pekerjaan menjadi lebih efisien, mata lebih nyaman, dan pengguna lebih aman.
Itulah penjelasan mengenai standar pencahayaan ruangan, termasuk panduan tingkat cahaya sesuai fungsi pekerjaan menurut KEPMENKES. Dengan memahami standar ini, Anda bisa memastikan ruangan memiliki pencahayaan yang tepat, nyaman untuk aktivitas, dan aman bagi penghuni.
Pemilihan material dinding, plafon, dan lantai sangat penting agar pencahayaan di ruangan bekerja optimal. Material yang berkualitas membantu cahaya menyebar merata, mengurangi silau, dan membuat ruangan terasa lebih terang tanpa perlu menambah banyak lampu.
Permukaan yang halus dan warna cerah pada dinding atau plafon memungkinkan cahaya dipantulkan dengan baik, sehingga setiap sudut ruangan mendapatkan penerangan yang cukup dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
Untuk mendukung hal tersebut, penggunaan material seperti Semen Merah Putih Watershield dapat menjadi pilihan. Dengan teknologi water repellent, material ini melindungi permukaan dari rembesan air dari luar, dalam, maupun dari tanah sehingga struktur tetap kuat dan permukaan rata.
Kondisi permukaan yang rata dan tahan lama ini membantu pencahayaan ruangan menyebar optimal, tanpa terhalang oleh permukaan yang rusak atau lembap.
Dengan kombinasi material berkualitas dan penerapan standar pencahayaan yang tepat, Anda bisa menciptakan ruangan yang terang, nyaman, dan aman bagi mata.
Penggunaan Semen Merah Putih Watershield memastikan permukaan tetap kokoh dan awet, sehingga pencahayaan tetap efektif dalam jangka panjang.
Untuk hasil terbaik dan rekomendasi material yang sesuai kebutuhan, hubungi kami sekarang dan konsultasikan pengaturan pencahayaan serta material konstruksi hunian Anda.
Baca juga: Void Bangunan: Solusi Ruang Terbatas Jadi Lebih Lapang



