tips-dan-trik
9 Oktober 2017
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

Tak Perlu Beli, Begini Cara Membuat Alat Perata Semen

image

Salah satu tahapan yang tidak boleh dilewatkan saat membangun atau merenovasi dinding adalah proses plester. Proses ini melibatkan penempelan adukan semen pada permukaan batu bata agar dinding menjadi rata, kokoh, dan siap menerima lapisan finishing berikutnya.

Dalam proses plester dinding, ada dua alat yang biasa digunakan secara berdampingan. Scrab atau roskam besi bertugas menempelkan adukan semen ke permukaan dinding, sementara alat perata semen bertugas meratakan hasil tempelan tersebut agar permukaannya benar-benar mulus dan seragam. Tanpa alat perata, hasil plester cenderung tidak rata dan sulit diaci dengan baik.

Kabar baiknya, alat perata semen tidak harus dibeli. Dengan bahan kayu sederhana dan beberapa perkakas yang mungkin sudah ada di rumah, Anda bisa membuatnya sendiri dalam waktu singkat. Hasilnya pun tidak kalah dari alat jadi, bahkan bisa disesuaikan ukurannya sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Perbedaan Acian dan Plesteran dan Tips Mengaplikasikannya

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan

Sebelum memulai, pastikan semua bahan dan peralatan berikut sudah tersedia agar proses pembuatan berjalan lancar tanpa harus bolak-balik mencari perlengkapan.

  • Kayu tipis berukuran panjang 40–70 cm dan lebar 4–6 cm (sesuaikan dengan ukuran alat yang ingin dibuat)
  • Mesin serut kayu (mesin sugu) untuk menipiskan dan meratakan kayu
  • Alat perkakas bangunan seperti gergaji, kapak, pisau, dan pahat
  • Baut dan mesin bor untuk menyatukan bagian papan dan pegangan
  • Ampelas halus untuk menghaluskan permukaan kayu

Pilih kayu yang cukup keras dan tidak mudah lapuk, seperti kayu meranti atau kayu keras sejenis. Kayu yang terlalu lunak berisiko cepat aus saat bergesekan dengan adukan semen.

Langkah-Langkah Membuat Alat Perata Semen

Berikut langkah pembuatan alat perata semen dari kayu yang bisa Anda ikuti di rumah.

1. Siapkan Kayu dan Tipiskan Sesuai Kebutuhan

Ambil kayu dengan panjang antara 60–70 cm dan lebar sekitar 5–6 cm untuk ukuran besar, atau 40–50 cm dengan lebar 4 cm untuk ukuran kecil. Jika kayu yang tersedia terlalu tebal, tipiskan terlebih dahulu menggunakan mesin serut kayu. Tujuannya agar alat perata nantinya terasa ringan saat digunakan dan lebih mudah mengayunkan ke permukaan dinding.

Pastikan permukaan bawah kayu benar-benar rata dan tidak berlubang. Permukaan yang tidak rata akan meninggalkan jejak tidak merata pada plester dinding Anda.

2. Haluskan Permukaan Kayu

Setelah kayu mencapai ketebalan yang diinginkan, haluskan seluruh permukaannya menggunakan mesin sugu dan dilanjutkan dengan ampelas. Perhatikan khusus pada bagian bawah yang akan bersentuhan langsung dengan plester. Semakin halus dan licin permukaan bawahnya, semakin mudah alat ini meluncur di atas adukan semen.

3. Buat Pegangan dari Sisa Kayu

Untuk bagian pegangan, gunakan sisa potongan kayu yang dibentuk setengah lingkaran dengan bagian tengahnya dilubangi sebagai celah genggaman. Haluskan bagian pegangan ini dengan ampelas agar nyaman dipegang dan tidak melukai tangan saat digunakan. Bentuk yang ergonomis akan sangat membantu saat proses meratakan plester dinding dalam waktu yang cukup lama.

4. Satukan Papan dan Pegangan dengan Baut

Letakkan pegangan di atas bagian papan kayu. Pastikan posisi keduanya rata di bagian bawah agar bisa menyatu dengan sempurna. Gunakan bor dan baut untuk menyatukan dua bagian ini, pasang baut di ujung atas dan ujung bawah agar sambungan kuat dan tidak bergeser saat digunakan.

5. Buat Dua Ukuran untuk Efisiensi Kerja

Untuk hasil terbaik, buat dua alat perata dengan ukuran berbeda. Ukuran besar untuk meratakan area dinding yang luas secara cepat, dan ukuran kecil untuk menjangkau sudut-sudut sempit atau area dinding yang lebih kecil. Dengan dua alat ini, pekerjaan plester akan terasa jauh lebih efisien.

Baca Juga: Mengenal Campuran Plesteran Dinding yang Tepat, Catat!

Cara Menggunakan Alat Perata Semen

Cara menggunakan alat ini cukup sederhana. Setelah menempelkan adukan semen ke permukaan dinding menggunakan roskam, letakkan alat perata pada permukaan yang baru ditempel, lalu gerakkan secara perlahan ke kanan dan ke kiri dengan tekanan yang merata. Lakukan gerakan berulang hingga permukaan semen terlihat rata dan seragam.

Untuk area dinding yang tinggi dan sulit dijangkau tangan, alat berukuran besar akan sangat membantu karena jangkauannya lebih lebar dibanding roskam biasa. Sementara itu, alat ukuran kecil lebih cocok untuk detail pekerjaan di sudut dinding atau area yang sempit.

Tips Mendapatkan Hasil Plester yang Kuat dan Tidak Mudah Retak

Alat perata yang baik hanyalah salah satu faktor penentu keberhasilan plester dinding. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kualitas campuran semen dan pasir yang digunakan. Untuk plester dinding bagian dalam ruangan seperti kamar, rasio campuran yang umum digunakan adalah 1 bagian semen berbanding 4 bagian pasir. Sementara untuk dinding bagian luar yang sering terpapar cuaca, campuran bisa dibuat lebih kuat dengan rasio 1 banding 3.

Selain rasio campuran, pemilihan jenis semen juga sangat berpengaruh pada daya rekat dan ketahanan plester. Gunakan semen berkualitas premium yang sudah teruji, seperti Semen Merah Putih, untuk memastikan hasil plester yang kuat, tidak mudah retak, dan tahan lama dalam jangka panjang.

Jangan lupa untuk selalu menggunakan semen berkualitas dalam setiap pekerjaan bangunan di rumah Anda. Jelajahi berbagai tips dan trik lainnya di artikel Semen Merah Putih

Baca Juga: Ketahui Penyebab Tembok Retak & Cara Mengatasinya di Sini!

Bagikan
X

Artikel Terkait