Sudah menjadi rahasia umum bahwa fondasi rumah merupakan elemen krusial yang menopang seluruh struktur bangunan. Untuk membuat fondasi yang stabil, kokoh, dan tepat guna, kualitas material saja tidak cukup. Anda juga harus memperhitungkan biaya fondasi rumah dengan cermat.
Faktanya, biaya fondasi rumah tidak dapat dipukul rata pada semua proyek. Ada banyak hal yang memengaruhi, di antaranya jenis material yang digunakan, kondisi tanah di lokasi pembangunan, aksesibilitas lokasi, dan jenis fondasi yang dipilih.
Kalau Anda berencana membangun rumah dan butuh informasi tentang perkiraan biaya fondasi rumah, simak penjelasan di bawah ini hingga tuntas!
Perkiraan Biaya Fondasi Rumah
Cara menghitung biaya fondasi rumah adalah dengan memperhatikan dua faktor yang sama pentingnya, yaitu biaya material dan upah pekerja. Berikut ini perkiraan biaya fondasi rumah untuk masing-masing keperluan tersebut:
1. Biaya Material
Sebaiknya, jangan mudah tergiur dengan harga murah dengan dalih untuk menekan anggaran, tapi pilihlah yang kualitasnya baik sehingga bisa mendukung kekuatan struktur dengan optimal.
Jika hanya mengandalkan harga murah, bisa jadi Anda akan menghabiskan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal di masa depan.
Harga material mungkin berbeda-beda di setiap wilayah. Namun, di bawah ini adalah perkiraan biaya material untuk membangun fondasi rumah secara umum:
| Jenis Material | Satuan | Perkiraan Harga (2026) |
| Batu Belah/Batu Kali | m3 | Rp850.000 - Rp950.000 |
| Pasir Pasang | m3 | Rp250.000 - Rp300.000 |
| Pasir Urug | m3 | Rp190.000 - Rp220.000 |
| Semen (50kg) | Sak | Rp65.000 - Rp75.000 |
| Besi Beton (10mm standar) | Batang | Rp85.000 - Rp95.000 |
Baca Juga : Contoh RAB Bangunan Rumah dan Langkah-langkah Membuatnya
2. Biaya Fondasi
Untuk menghitung kebutuhan Fondasi rumah satu lantai, Anda dapat menggunakan rumus volume trapesium. Contohnya, jika lebar bagian bawah 50 cm, bagian atas 30 cm, dan tinggi 60 cm, maka volumenya adalah ((0,5 m + 0,3 m) / 2) × 0,6 m = 0,24 meter kubik.
Dengan begitu, setiap meter panjang pondasi memerlukan 0,24 meter kubik material. Jika biaya per meter kubik untuk pembangunan rumah ukuran 5×10 meter adalah Rp1,2 juta, maka biaya pondasi per meternya sekitar Rp288.000 (Rp1,2 juta × 0,24 m³).
Karena rumah yang akan dibangun memiliki luas 50 meter persegi, maka estimasi total biaya untuk pondasi adalah:
Rp288.000 × 50 meter = Rp14.400.000.
3. Upah Pekerja
Umumnya, Anda akan membutuhkan 4 orang tukang untuk membangun fondasi rumah. Tukang ini terdiri atas mandor, kepala tukang, tukang bangunan, dan pekerja bangunan. Berikut ini perkiraan biaya yang perlu Anda siapkan sebagai upah pekerja-pekerja tersebut:
- Mandor dengan upah Rp90.000 per hari.
- Kepala tukang dengan upah Rp100.000 per hari.
- Tukang bangunan dengan upah Rp90.000 per hari.
- Pekerja bangunan atau kenek dengan upah Rp85.000 per hari.
Baca Juga : Cara Menghitung Upah Borongan Tukang Bangunan yang Tepat
Biaya Bangun Fondasi Rumah Berdasarkan Tipe Rumah
Setelah mengetahui perkiraan biaya material dan upah pekerja untuk membangun fondasi rumah, sekarang saatnya Anda juga mengetahui perkiraan biaya fondasi berdasarkan tipe rumahnya. Di bawah ini adalah estimasinya:
1. Rumah Tipe Minimalis Berukuran 36 Meter Persegi
Rumah minimalis dengan ukuran 36 meter persegi atau biasa disebut rumah tipe 36 kerap menjadi pilihan pasangan muda atau keluarga kecil dengan satu orang anak. Rumah ini umumnya memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan ruangan esensial lainnya.
Jika Anda berencana membangun rumah minimalis dengan ukuran 36 meter persegi, siapkan anggaran sebesar Rp2.600.000 per meter perseginya. Jadi, total biaya fondasi rumah sederhana di luar biaya pembelian tanah adalah Rp90.000.000.
2. Rumah Tipe Minimalis Berukuran 150 Meter Persegi
Pembangunan rumah tipe ini umumnya membutuhkan dana sekitar Rp2.500.000 per meter persegi. Anda juga perlu menyiapkan anggaran untuk upah pekerja sekitar Rp130.000 per orang.
Jika ditotalkan, biaya yang Anda butuhkan untuk membangun rumah tipe ini adalah sekitar Rp375.000.000.
Baca Juga : Estimasi Harga Borongan Bangun Rumah Per Meter Terbaru!
3. Rumah Tipe Modern Berukuran 300 Meter Persegi
Rumah tipe ini biasanya dibuat 2 lantai dengan 4–6 kamar tidur. Estimasi biaya fondasi rumah 2 lantai dengan luas 300 meter persegi adalah sekitar Rp4.000.000 per meter perseginya sehingga total biaya pembangunan berkisar di Rp1.200.000.000.
4. Rumah Berukuran 40 Meter Persegi di Atas Tanah 84 Meter Persegi
Selanjutnya, bila Anda berencana membangun rumah dengan tipe ini, ketahuilah bahwa harga tanahnya adalah sekitar Rp1.200.000 per meter persegi. Adapun biaya pembangunannya berkisar di Rp2.900.000 per meter persegi.
Dari informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa total biaya yang harus Anda siapkan kurang lebih Rp100.800.000 untuk tanah dan Rp116.000.000 untuk bangunan rumah berukuran 40 meter persegi.
Jenis Fondasi Rumah dan Biayanya
Pemilihan jenis fondasi harus disesuaikan dengan beban bangunan dan daya dukung tanah di lokasi. Berikut adalah jenis fondasi yang paling umum digunakan beserta estimasi biayanya:
1. Fondasi Batu Kali (Rumah 1 Lantai)
Jenis ini adalah yang paling populer untuk rumah tinggal tunggal karena pengerjaannya yang sederhana dan material yang mudah didapat.
-
Karakteristik: Menggunakan susunan batu kali yang diikat dengan campuran semen dan pasir.
-
Estimasi Biaya: Rp1.200.000 – Rp1.500.000 per meter kubik (m3).
2. Fondasi Footplat / Cakar Ayam (Rumah 2 Lantai)
Fondasi ini terbuat dari beton bertulang yang diletakkan di titik-titik kolom struktur. Sangat krusial untuk menahan beban vertikal pada bangunan bertingkat.
-
Karakteristik: Membutuhkan rakitan besi beton dan bekisting.
-
Estimasi Biaya: Rp1.500.000 – Rp2.500.000 per titik (tergantung ukuran dan diameter besi).
Baca juga: Mengenal Material Bangunan Tahan Gempa dan Karakteristiknya
3. Fondasi Jalur / Lajur Beton
Mirip dengan fondasi batu kali, namun seluruh strukturnya menggunakan beton bertulang. Biasanya digunakan jika material batu kali sulit ditemukan atau untuk tanah yang kurang stabil.
-
Estimasi Biaya: Rp2.000.000 – Rp3.000.000 per meter kubik (m3).
4. Fondasi Bore Pile
Digunakan untuk bangunan yang membutuhkan kekuatan ekstra namun berada di area pemukiman padat, karena proses penanamannya minim getaran.
-
Estimasi Biaya: Dihitung berdasarkan kedalaman pengeboran, rata-rata Rp150.000 – Rp300.000 per meter kedalaman (belum termasuk biaya pengecoran).
Komponen Dalam Perhitungan Biaya Fondasi Rumah
Untuk mendapatkan angka Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akurat, Anda harus membagi perhitungan ke dalam beberapa komponen utama agar tidak ada biaya tersembunyi (hidden cost):
1. Pekerjaan Tanah (Persiapan)
Sebelum fondasi dipasang, ada biaya untuk mengolah lahan. Komponen ini meliputi:
-
Galian Tanah: Upah untuk menggali jalur fondasi sesuai kedalaman teknis.
-
Urugan Pasir: Lapisan pasir setebal 5-10 cm di bawah fondasi untuk menyeimbangkan beban dan drainase.
-
Buang Tanah Sisa: Sering terlupakan, yaitu biaya untuk memindahkan tanah galian keluar lokasi proyek.
2. Belanja Material Utama
Komponen ini mencakup seluruh bahan mentah. Pastikan Anda menghitung kebutuhan:
-
Perekat (Semen): Gunakan semen multiguna berkualitas tinggi.
-
Agregat: Pasir pasang, batu belah, atau split (untuk beton).
-
Pembesian: Khusus untuk fondasi cakar ayam, hitung kebutuhan besi tulangan dan kawat bendrat.
Baca Juga : Inilah Contoh RAB Rumah 2 Lantai dan Cara Hitung yang Akurat
3. Upah Tenaga Kerja
Anda bisa memilih sistem upah harian atau borongan tenaga:
-
Harian: Lebih transparan namun berisiko molor jika tidak diawasi ketat.
-
Borongan: Biaya sudah dikunci di awal, sehingga lebih mudah dalam manajemen anggaran.
4. Alat Kerja dan Pendukung
Jangan lupakan biaya sewa atau pembelian alat penunjang seperti benang ukur, papan bouwplank untuk menentukan titik presisi, hingga penyewaan alat pengaduk semen (molen) untuk mempercepat pengerjaan beton.
Itu tadi penjelasan mengenai biaya fondasi rumah dan beberapa tips penting yang perlu Anda pahami mengenai fondasi yang kuat. Memperhitungkan biaya fondasi rumah dengan teliti dan memperhatikan hal-hal penting lain adalah langkah awal untuk mengusahakan kualitas fondasi yang terbaik.
Namun perlu diingat, bahwa kualitas fondasi tak hanya diperoleh dari perhitungan biaya yang cermat, tetapi juga dari penggunaan material yang berkualitas, khususnya semen. Tak perlu bingung mencari semen yang berkualitas, karena Anda bisa mengandalkan Semen Merah Putih Watershield.
Produk unggulan dari Semen Merah Putih ini mempunyai teknologi water repellent yang mampu memberikan triple protection pada bangunan, meliputi perlindungan terhadap rembesan air dari luar, dalam, dan tanah atau air kapiler.
Semen Merah Putih Watershield merupakan produk semen multiguna super premium yang sangat cocok digunakan pada beragam aplikasi bangunan, mulai dari fondasi, dak beton, cor-coran, pasangan bata, plesteran, hingga acian. Produk ini menawarkan banyak keunggulan dibandingkan semen biasa.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang produk-produk Semen Merah Putih dan temukan solusi konstruksi terbaik untuk proyek Anda!
Baca juga: Estimasi Biaya Renovasi Kamar Mandi dan Tips Hemat Anggarannya



