tips-dan-trik
6 Oktober 2025
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

Contoh dan Cara Menghitung RAB Rumah 2 Lantai, Yuk Simak!

rab rumah 2 lantai

Memiliki rumah 2 lantai yang nyaman dan sesuai keinginan tentu menjadi impian banyak orang. Namun, sebelum proses pembangunan dimulai, Anda perlu menyiapkan RAB rumah 2 lantai secara matang.

Rencana Anggaran Biaya (RAB) ini penting untuk menghindari pemborosan dan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. 

Tanpa perhitungan yang tepat, biaya bisa membengkak dan mengganggu proses konstruksi. Oleh karena itu, mari simak cara menghitung RAB rumah 2 lantai lengkap dengan contohnya di dalam artikel ini!

Cara Menghitung RAB Rumah 2 Lantai

Setelah mempertimbangkan berbagai hal diatas, langkah selanjutnya adalah menghitung RAB rumah 2 lantai. Perhitungan ini penting untuk mengetahui rincian biaya yang dibutuhkan selama proses pembangunan berlangsung. 

Cara menghitung ini juga dapat disesuaikan untuk RAB rumah 2 lantai 6x12 maupun ukuran lainnya. Berikut adalah langkah-langkahnya.

1. Mengumpulkan Data dan Informasi

Langkah awal dalam menghitung RAB adalah mengumpulkan data dan informasi terkait proyek.

Data yang dikumpulkan mencakup luas bangunan, spesifikasi teknis, jenis material, metode konstruksi, harga material, upah tenaga kerja di lokasi proyek, serta biaya tambahan, seperti sewa alat, transportasi, pajak, dan administrasi.

2. Susun Daftar Pekerjaan

Langkah selanjutnya adalah menyusun daftar pekerjaan yang akan dilakukan. Daftar ini mencakup tahapan, seperti pekerjaan pondasi, struktur, dinding, atap, lantai, hingga finishing yang kemudian dirinci lagi menjadi sub-item, misalnya pekerjaan pondasi terdiri dari pengadaan batu kali, semen, pasir, dan tenaga kerja.

3. Menghitung Volume Pekerjaan

Anda juga perlu menghitung volume masing-masing pekerjaan. Perhitungan dilakukan untuk setiap item, seperti volume beton pada struktur, luas lantai, dan luas dinding, sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan sebelumnya.

Baca Juga : Contoh RAB Renovasi Rumah Sederhana dan Cara Membuatnya!

4. Hitung Kebutuhan Material dan Biaya

Pada tahap ini, hitung kebutuhan material berdasarkan volume pekerjaan, lalu kalikan jumlah material dengan harga satuannya untuk memperoleh estimasi biaya.

Selanjutnya, hitung juga estimasi upah tenaga kerja dengan menentukan jumlah pekerja, durasi kerja, dan mengalikan dengan upah per hari.

5. Hitung Biaya Lain-Lain

Jangan lupa menghitung biaya lain-lain yang mungkin muncul selama proses pembangunan, seperti sewa alat berat (mixer, scaffolding, dan lainnya), biaya urug tanah, serta PPN dan administrasi sesuai ketentuan daerah, misalnya 5% dari total biaya.

6. Gabungkan Total Biaya

Tahap selanjutnya adalah menjumlahkan semua biaya dari tiap pekerjaan dan biaya tambahan untuk mendapatkan total anggaran proyek. Pastikan melakukan pengecekan ulang agar tidak ada komponen yang terlewat dan semua perhitungan sudah sesuai.

7. Finalisasi RAB

Pada tahap finalisasi, lakukan peninjauan menyeluruh untuk memastikan semua data sudah lengkap dan akurat. Susun dokumentasi RAB secara detail yang mencakup rincian biaya, volume pekerjaan, dan spesifikasi teknis, lalu ajukan untuk disetujui atau gunakan sebagai acuan selama proyek berlangsung.

8. Penyesuaian

Langkah terakhir dalam menyusun RAB rumah 2 lantai adalah melakukan penyesuaian. Revisi ini diperlukan jika ada perubahan selama proyek berlangsung, termasuk adaptasi terhadap fluktuasi harga material atau upah tenaga kerja di pasaran.

Baca juga: Begini Contoh RAB Renovasi Rumah Sederhana & Cara Membuatnya

Contoh RAB Rumah 2 Lantai

Berikut contoh RAB rumah 2 lantai sebagai gambaran yang lebih jelas. Tabel ini menunjukkan berbagai biaya umum dalam pembangunan rumah 2 lantai, mulai dari persiapan hingga finishing.

Perlu diingat, angka dalam contoh ini hanya ilustrasi dan harus disesuaikan dengan kondisi nyata, seperti harga material dan upah tenaga kerja di lokasi Anda.

1. Pekerjaan pasangan, fondasi dan beton bertulang

Pekerjaan pasangan, fondasi dan beton bertulang

2. Pekerjaan kayu untuk bekisting, rangka atap, dan plafon

Pekerjaan kayu untuk bekisting, rangka atap, dan plafon

Baca Juga : Simulasi Biaya Cor Per Meter: Perhitungan Detail dan Akurat!

3. Pekerjaan kusen, pintu, dan jendela

Pekerjaan kusen, pintu, dan jendela

4. Pekerjaan kunci dan engsel

Pekerjaan kunci dan engsel

5. Pekerjaan atap genteng

Pekerjaan atap genteng

Baca Juga : Estimasi Biaya Renovasi Kamar Mandi dan Tips Hemat Anggaran

6. Pekerjaan plafon

Pekerjaan plafon

7. Pekerjaan cat atau finishing

Pekerjaan cat atau finishing

8. Pekerjaan lantai, dinding keramik, dan batu alam

Pekerjaan lantai, dinding keramik, dan batu alam

9. Pekerjaan besi

Pekerjaan besi

10. Pekerjaan instalasi listrik dan titik lampu

Pekerjaan instalasi listrik dan titik lampu

Baca Juga : Estimasi Harga Borongan Bangun Rumah Per Meter Terbaru!

Rumus Perhitungan RAB Rumah 2 Lantai

Dalam dunia konstruksi, terdapat dua metode utama untuk menghitung Rencana Anggaran Biaya. Anda bisa menggunakan metode estimasi cepat untuk gambaran awal, atau metode detail untuk kebutuhan kontrak kerja dan belanja material.

1. Rumus Cepat Perhitungan RAB Rumah

Metode ini biasanya digunakan oleh orang awam atau kontraktor saat tahap negosiasi awal. Perhitungannya didasarkan pada harga pasar rata-rata per meter persegi di wilayah tertentu.

Rumus: Luas Bangunan (m2) x Harga Satuan per m2 = Total RAB

  • Contoh: Anda ingin membangun rumah 2 lantai dengan luas total 120 m2. Harga rata-rata bangunan di daerah Anda adalah Rp4.500.000 per m2.

  • Perhitungan: 120 x 4.500.000 = 540.000.000.

  • Kelebihan: Sangat praktis dan cepat untuk menentukan apakah anggaran Anda mencukupi.

  • Kekurangan: Tidak akurat jika Anda menggunakan material premium atau jika kondisi tanah memerlukan perlakuan khusus (fondasi dalam).

Baca Juga : Cara Menghitung Upah Borongan Tukang Bangunan yang Tepat

2. Rumus Detail Perhitungan RAB Rumah

Metode ini adalah cara yang paling akurat dan wajib digunakan sebelum memulai pembangunan fisik. Perhitungannya dilakukan dengan merinci setiap item pekerjaan dari awal hingga akhir.

Rumus: (Volume Pekerjaan x Harga Satuan Pekerjaan) = Total RAB

Untuk menerapkan rumus ini, Anda perlu membaginya ke dalam sub-perhitungan berikut:

  • Menghitung Volume: Anda harus menghitung jumlah nyata di lapangan.

    • Contoh: Luas Dinding = (Keliling Ruangan x Tinggi Dinding) - Luas Lubang Pintu/Jendela.

  • Menentukan Harga Satuan Pekerjaan (HSP): Ini adalah total biaya untuk menyelesaikan 1 unit pekerjaan (misal per 1m2 plesteran).

    • Komponen HSP: (Kebutuhan Material + Upah Tukang + Keuntungan/Overhead).

  • Akumulasi Akhir: Setelah semua item (fondasi, kolom, dak beton, plafon, dsb.) dihitung dengan rumus di atas, barulah semuanya dijumlahkan untuk mendapatkan angka final yang akurat.

Anda bisa menggunakan metode estimasi cepat untuk gambaran awal, atau metode detail untuk kebutuhan kontrak kerja dan belanja material.

Baca juga: Begini RAB Renovasi Rumah 2 Lantai, Simak dan Catat!

Pertimbangan sebelum Membuat RAB Rumah 2 Lantai

Sebelum mulai menghitung RAB rumah 2 lantai, ada beberapa hal penting yang perlu Anda pertimbangkan. Langkah ini bertujuan agar perencanaan anggaran lebih akurat dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum membuat RAB rumah 2 lantai. 

1. Rencana Desain Rumah

Sebelum menyusun RAB rumah 2 lantai, tentukan terlebih dahulu desain rumah yang Anda inginkan secara detail. Hal ini mencakup spesifikasi, seperti jumlah kamar, luas setiap ruangan, hingga jenis material yang akan digunakan.

2. Besaran Keseluruhan Anggaran

Setelah desain rumah jelas, langkah selanjutnya dalam menyusun RAB rumah 2 lantai adalah menentukan batas maksimal anggaran dari awal. Langkah ini penting agar Anda dapat mengontrol pengeluaran dan menghindari biaya tak terduga yang melebihi budget.

3. Rincian Biaya dan Jasa

Selanjutnya, dalam penyusunan RAB rumah 2 lantai, Anda perlu merinci seluruh biaya bahan dan jasa. Biaya bahan mencakup material bangunan, seperti batu bata, semen, kaca, kusen, dan lainnya. Sementara itu, biaya jasa meliputi upah tenaga kerja, seperti tukang bangunan dan tukang listrik.

4. Total Biaya

Terakhir, dalam RAB rumah 2 lantai, semua biaya per item akan dikelompokkan berdasarkan jenis pekerjaannya. Total dari keseluruhan biaya per kelompok inilah yang nantinya menjadi anggaran final untuk pembangunan rumah 2 lantai Anda.

Itulah ulasan mengenai cara menghitung RAB rumah 2 lantai lengkap dengan contohnya yang dapat Anda jadikan acuan. Setiap rumah tentu memiliki kebutuhan anggaran yang berbeda sehingga penting bagi Anda untuk menyesuaikannya dengan desain, ukuran, serta kebutuhan konstruksi yang direncanakan.

Agar proses pembangunan berjalan lancar dan hasilnya maksimal, pastikan Anda memilih bahan bangunan yang berkualitas. Salah satunya adalah Semen Merah Putih Watershield. Teknologi Water Repellent pada Semen Merah Putih Watershield memberikan Triple Protection pad bangunan, perlindungan rembes dari 3 sumber (luar, dalam dan dari tanah), membuat bangunan kuat, lebih tahan lama, dan minim perawatan.

Sedang membuat proyek konstruksi? Pastikan untuk memilih semen berkualitas untuk hasil terbaik! Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang produk Semen Merah Putih dan temukan solusi konstruksi terbaik untuk proyek Anda!

Baca juga: Contoh Cara Menghitung Biaya Cor Jalan, Lengkap dan Mudah!

Bagikan
X

Artikel Terkait