konstruksi
13 Mei 2026
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

Mengenal Plesteran Trasram: Fungsi dan Cara Membuatnya

plesteran trasram

Dalam proses pembangunan rumah, pemilihan jenis plesteran menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kekuatan dan ketahanan dinding. Salah satu jenis plesteran yang sering digunakan adalah plesteran trasram.

Di artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian plesteran trasram, kegunaannya, bahan-bahan yang dibutuhkan, hingga cara membuat dan mengaplikasikannya dengan benar.

Apa Itu Plesteran Trasram?

Plesteran trasram adalah salah satu jenis plesteran dinding yang menggunakan campuran semen dengan perbandingan tertentu tanpa tambahan kapur. Jadi, hasil campuran plesteran trasram lebih padat dan tahan air.

Karakteristik inilah yang membuat plesteran trasram sering digunakan pada area bangunan yang membutuhkan perlindungan ekstra terhadap air, seperti kamar mandi, dapur, area cuci, hingga bagian bawah dinding (plint) yang bersentuhan langsung dengan lantai.

Selain pada area interior, plesteran trasram juga sering digunakan pada bagian eksterior yang rentan terkena air hujan atau percikan air dari luar.

Kegunaan Plesteran Trasram

Plesteran trasram memiliki beberapa fungsi utama dalam konstruksi bangunan. Jika Anda berencana menggunakan jenis plesteran ini, simak beberapa kegunaannya.

  • Mencegah rembesan air pada tembok yang mengalami rembesan.
  • Melindungi area lembap, seperti kamar mandi dan dapur.
  • Memperkuat permukaan dinding agar lebih tahan lama.
  • Membantu mengurangi risiko munculnya black mold (akibat kelembapan).
  • Menjadi lapisan dasar sebelum tahap finishing.

Penggunaan plesteran trasram akan membantu menghindari kerusakan struktur bangunan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk memilih bahan-bahan yang tepat. 

Bahan-Bahan Plesteran Trasram

Untuk mendapatkan hasil plesteran yang kuat dan tahan lama, Anda perlu memilih bahan yang tepat karena setiap komponen memiliki peran penting dalam menentukan kualitas akhir plesteran.

Berikut adalah bahan-bahan yang perlu Anda siapkan:

  • Semen berkualitas.
  • Pasir yang bersih dan bebas lumpur.
  • Air secukupnya.

Pastikan semua bahan memiliki kualitas baik agar hasil plesteran kuat. Adapun peralatan yang perlu disiapkan adalah:

  • Cetok (sendok semen) untuk mengaplikasikan adukan.
  • Ember atau bak air untuk mencampur material.
  • Sekop untuk mengaduk bahan.
  • Jidar atau mistar aluminium untuk meratakan permukaan.
  • Waterpass untuk memastikan kerataan dinding.
  • Sikat atau kuas untuk membersihkan permukaan sebelum aplikasi.

Selain hasil plesteran yang lebih maksimal, bahan dan peralatan yang tepat pun akan membuat proses pengaplikasiannya menjadi lebih mudah.

Baca juga: 15 Alat Tukang Bangunan dan Kegunaannya, Penting Diketahui!

Cara Membuat Plesteran Trasram

Setelah bahan tersedia, langkah berikutnya adalah membuat adukan plesteran dengan komposisi yang tepat. Penting untuk diingat, proses ini perlu dilakukan dengan cermat agar hasil campuran plesteran trasram menjadi lebih optimal.

Pertama, hitung berapa banyak semen yang dibutuhkan. Umumnya, plesteran trasram menggunakan perbandingan campuran semen dan pasir sekitar 1:2 atau 1:3. Campuran ini adalah salah satu metode plesteran trasram yang paling sering digunakan.

Kedua, campurkan bahan. Takaran air yang tepat dan teknik pengadukan yang benar dapat memastikan konsistensi adukan sesuai standar. Berikut cara melakukannya:

  1. Tuangkan sekitar 8 liter air bersih ke dalam wadah pencampur untuk setiap 40 kg campuran plesteran trasram.
  2. Tambahkan campuran kering secara bertahap ke dalam air.
  3. Aduk hingga merata sampai menghasilkan tekstur yang halus dan konsisten. Pastikan adukan tidak terlalu cair atau kental agar mudah diaplikasikan nantinya.

Proses Mengaplikasikan Plesteran Trasram

Setelah adukan siap, tahap selanjutnya adalah mengaplikasikan plesteran ke permukaan dinding. Proses ini berperan besar dalam menentukan hasil akhir, baik dari segi kekuatan maupun kerapian. Berikut langkah-langkahnya:

1. Persiapkan Permukaan Dinding

Sebelum mulai mengaplikasikan plester, pastikan permukaan dinding Anda dalam kondisi bersih dan siap. Bersihkan dinding dari debu, kotoran, minyak, atau sisa material lainnya yang dapat mengganggu daya rekat plester.

Setelah itu, basahi permukaan dinding secukupnya agar tidak terlalu kering. Proses ini membantu plester menempel lebih baik dan tidak cepat kehilangan kelembapannya.

2. Buat Patokan Ketebalan Plester

Sebelum aplikasi penuh, buat patokan atau kepala plester pada beberapa titik dinding. Ini untuk membantu Anda menentukan acuan ketebalan plesterannya. Proses ini perlu dilakukan agar hasil plester tetap rata dan konsisten.

3. Aplikasikan Plester

Setelah permukaan siap, aplikasikan adukan plester menggunakan cetok secara bertahap. Mulailah dari bagian bawah ke atas atau sebaliknya secara konsisten, lalu sebarkan adukan ke seluruh permukaan dinding.

Pastikan plester menempel dengan baik dan terdistribusi merata agar tidak ada bagian yang terlalu tipis atau terlalu tebal.

Baca juga: Mengenal Campuran Plesteran Dinding yang Tepat, Catat!

4. Ratakan Plester

Setelah plester diaplikasikan, segera ratakan permukaan menggunakan jidar atau alat perata. Proses ini penting untuk memastikan hasil akhir dinding rata, rapi, dan tidak bergelombang.

Selain itu, perhatikan juga ketebalan plester dan disarankan untuk menjaga ketebalannya di sekitar 10–15 mm.

5. Periksa Hasil Akhir

Proses selanjutnya memeriksa hasil akhir dari plesteran trasram. Pastikan tidak ada bagian yang bergelombang atau kurang rata. Jika diperlukan, lakukan perapian sebelum plester mulai mengeras.

6. Perawatan (Curing)

Terakhir, setelah plester mulai mengering, lakukan proses curing untuk menjaga kualitasnya. Caranya adalah dengan menyiram permukaan plester secara berkala selama beberapa hari.

Selain itu, proses ini bertujuan untuk menjaga kelembapan, mencegah retak, serta membantu plester mengeras secara sempurna.

Itulah penjelasan terkait plesteran trasram dan pengaplikasiannya. Kualitas plesteran trasram tidak hanya bergantung pada teknik pengerjaan, tetapi juga pada kualitas semen yang digunakan. Semen bermutu tinggi akan menghasilkan plesteran yang optimal dalam mengurangi risiko rembesan air.

Semen Merah Putih adalah salah satu pilihan yang bisa Anda pertimbangkan. Dengan kualitas yang terjamin serta telah memenuhi standar SNI 7604:2014, hasil plesteran Anda pun bisa lebih maksimal.

Salah satu produk Semen Merah Putih yang bisa Anda andalkan adalah Semen Merah Putih Watershield. Dilengkapi teknologi water repellent dengan triple protection, semen ini dapat membantu melindungi struktur bangunan dari rembesan air. 

Jadi, jangan ragu untuk menghubungi kami dan mengonsultasikan kebutuhan semen yang berkaitan dengan proyek konstruksi Anda sekarang.

Baca juga: Begini Perbedaan Skim Coat dan Acian, Simak Selengkapnya!

Bagikan
X

Artikel Terkait