konstruksi
16 Desember 2024
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik Anti Rugi dan Boros!

cara menghitung kebutuhan keramik

Menghitung kebutuhan keramik dengan tepat sangat penting agar Anda tidak membeli keramik terlalu banyak atau kurang. Umumnya, proses ini melibatkan perhitungan luas ruangan, ukuran keramik, dan lain-lain. Dengan perhitungan yang akurat, Anda bisa memaksimalkan anggaran renovasi rumah dan menghindari pemborosan material.

Pada artikel ini akan diulas bagaimana cara menghitung kebutuhan keramik untuk berbagai luas dan jenis ruangan. Mulai dari mengetahui luas area hingga cara menghitung jumlah keramik yang dibutuhkan, semuanya akan dijelaskan secara rinci agar Anda dapat merencanakan pemasangan keramik dengan efisien. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Standar Isi Keramik per Dus

Sebelum menghitung kebutuhan keramik untuk bangunan Anda, penting untuk mengetahui jumlah keramik yang tersedia dalam satu dus. Penjual keramik biasanya mengemas produk mereka dalam dus dengan berbagai ukuran, mulai dari 20x20 cm hingga 60x60 cm.

Berikut adalah estimasi isi keramik untuk setiap dus yang dapat menjadi acuan sebelum memulai proyek pemasangan:

  • Keramik ukuran 20×20 cm = 25 keping
  • Keramik ukuran 30×30 cm = 11 keping
  • Keramik ukuran 40×40 cm = 6 keping
  • Keramik ukuran 25×40 cm = 10 keping
  • Keramik ukuran 25×50 cm = 8 keping
  • Keramik ukuran 50×50 cm = 4 keping
  • Keramik ukuran 60×60 cm = 3-4 keping

Baca juga: Inilah Cara Menghilangkan Bekas Semen di Keramik yang Ampuh

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik

Bagaimana cara menghitung jumlah keramik yang dibutuhkan? Setelah mengetahui isi keramik per dus, Anda bisa lanjut ke proses berikutnya, yakni menghitung jumlah kebutuhan keramik untuk bangunan Anda.

Terdapat tiga langkah yang perlu Anda lalui untuk mengetahui jumlah keramik yang dibutuhkan. Simak cara menghitung kebutuhan keramik di bawah ini:

1. Ukur Luas Lantai Ruangan

Langkah pertama adalah menghitung luas lantai yang akan dipasangi keramik. Caranya cukup sederhana, yaitu dengan mengalikan panjang lantai dengan lebarnya menggunakan rumus: 

Luas bidang = panjang lantai (p) × lebar lantai (l) 

Misalnya, sebuah ruangan memiliki panjang 8 meter dan lebar 8 meter. Maka, untuk menghitung luas ruangan yang akan dipasangi keramik, gunakan rumus berikut:

8 m × 8 m = 64 m2.

2. Hitung Ukuran Keramik

Selanjutnya, hitung total luas keramik dalam satu dus. Untuk melakukan ini, Anda perlu mengubah ukuran keramik dari satuan sentimeter ke meter dengan membagi angka panjang dan lebar keramik dengan 100.

Kemudian, kalikan hasilnya dengan jumlah keping keramik dalam satu dus. Pastikan Anda juga menyesuaikan kebutuhan keramik dengan pilihan dus yang berisi 11, 20, atau 35 keping.

Ukuran keramik per dus sangatlah bervariasi, seperti 20x20 cm, 30x30 cm, dan ukuran lainnya. Sebelum menghitung, pastikan ukuran keramik telah dikonversi ke meter agar sesuai dengan luas lantai. Rumusnya adalah:

Luas keramik = panjang (p) x lebar (l) per keping keramik

Sebagai contoh, jika ukuran setiap keping keramik adalah 60×60 cm, maka perhitungannya adalah:

60 × 60 = 3.600 cm persegi.

Kemudian, ubah satuan dari sentimeter persegi ke meter persegi dengan membagi angka tersebut dengan 10.000. Hasilnya, luas setiap keping keramik berukuran 60×60 cm adalah 0,36 m2. Rumus ini dapat digunakan untuk menghitung luas keramik dengan berbagai ukuran lainnya.

Baca juga: Motif Keramik Garasi Minimalis Terbaru yang Estetik

3. Hitung Kebutuhan Jumlah Keramik 

Cara hitung jumlah keramik yang dibutuhkan selanjutnya adalah menghitung total kebutuhan keramik berdasarkan jumlah dus yang diperlukan. Berikut adalah rumusnya:

Jumlah kebutuhan keramik per dus = Luas bidang lantai x Luas keramik

Misalnya, jika total luas ruangan adalah 64 m2 dan ukuran setiap keramik adalah 60x60 cm atau 0,36 m2, maka perhitungan kebutuhan keramik lantai akan seperti berikut:

64 : 0,36 = 177,77, yang jika dibulatkan menjadi 178 keping keramik.

Anda dapat menambahkan cadangan sekitar 5% dari jumlah keramik untuk mengantisipasi pemotongan saat pemasangan dengan pola lurus. Jika menggunakan pola diagonal, disarankan menambah cadangan sebanyak 7%-10% dari total keramik.

4. Perhitungkan Kebutuhan Jumlah Dus Keramik

Pada tahap terakhir ini, Anda akan mempelajari cara menghitung kebutuhan keramik berdasarkan jumlah per dus.

Seperti yang diketahui sebelumnya, keramik biasanya dijual dalam satuan dus, bukan per keping. Sebagai contoh, jika setiap dus berisi empat keping keramik, dan total kebutuhan keramik untuk proyek adalah 178 keping, Anda bisa menghitungnya dengan rumus:

Total kebutuhan keramik : jumlah keramik per dus

Dengan angka tersebut, perhitungannya menjadi:

178 : 4 = 44,5 dus. Angka ini kemudian dibulatkan menjadi 45 dus.

Jadi, untuk ruangan dengan luas 64 meter persegi, Anda memerlukan sekitar 44,5 dus atau setara dengan 178 keping keramik ukuran 60×60 cm.

Baca juga: Cara Memasang Keramik Lantai agar Rapi dan Awet

Contoh Perhitungan Keramik untuk Berbagai Ukuran Ruangan

Agar lebih memahami rumus di atas, mari kita simulasikan perhitungan untuk dua jenis ruangan dengan ukuran keramik yang berbeda. Simulasi ini sudah menyertakan faktor keamanan (waste) sebesar 10%.

1. Simulasi Ruang Kamar Tidur (3x4 meter)

Untuk kamar tidur, biasanya digunakan keramik ukuran sedang agar ruangan terasa proporsional.

  • Luas Lantai: 3m x 4m = 12 m2

  • Pilihan Keramik: 40x40 cm (1 dus isi 6 keping = 0,96 m2).

  • Kebutuhan Dus Utama: 12 m2 : 0,96 m2 = 12,5 dus.

  • Ditambah Cadangan 10%: 12,5 + 1,25 = 13,75 dus.

  • Total Pembelian: 14 dus.

2. Simulasi Ruang Utama (6x6 meter)

Untuk area luas, keramik ukuran besar (Granit/Homogeneous Tile) lebih disarankan untuk meminimalisir tampilan nat.

  • Luas Lantai: 6 m x 6 m = 36 m 2

  • Pilihan Keramik: 60x60 cm (1 dus isi 4 keping = 1,44 m2).

  • Kebutuhan Dus Utama: 36 m2 : 1,44 m2 = 25 dus.

  • Ditambah Cadangan 10%: 25 + 2,5 = 27,5 dus.

  • Total Pembelian: 28 dus.

Baca Juga : Kenali Jenis-Jenis Mortar, Kegunaan, dan Tips Memilihnya

Jenis Keramik Sesuai Kebutuhan Bangunan

Memilih keramik bukan hanya soal motif, tapi juga soal spesifikasi teknis agar lantai awet dan tidak membahayakan penghuni. Berikut adalah pembagian jenisnya berdasarkan fungsi ruang:

1. Keramik Glossy (Polished)

Jenis ini memiliki lapisan glazir yang memantulkan cahaya, memberikan kesan mewah, bersih, dan luas.

  • Penggunaan Terbaik: Ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar tidur.

  • Karakteristik: Permukaannya licin, sehingga sangat tidak disarankan untuk area yang sering terkena air.

2. Keramik Matte (Unpolished)

Keramik ini tidak memantulkan cahaya dan memiliki permukaan yang lebih kesat.

  • Penggunaan Terbaik: Dapur, area transisi (foyer), atau ruangan berkonsep industrial/minimalis.

  • Karakteristik: Lebih tahan terhadap goresan dan tidak mudah terlihat kotor dibandingkan jenis glossy.

3. Keramik Antislip (Grit/Textured)

Memiliki tekstur yang kasar dan menonjol untuk memberikan gaya gesek maksimal pada alas kaki.

  • Penggunaan Terbaik: Kamar mandi, area laundry, dan tepian kolam renang.

  • Karakteristik: Sangat aman untuk area yang selalu basah agar tidak tergelincir.

4. Keramik Homogeneous Tile (Granit Alam/Buatan)

Berbeda dengan keramik biasa, jenis ini memiliki material yang sama dari lapisan atas hingga bawah (tidak berlapis glazir saja).

  • Penggunaan Terbaik: Area dengan beban berat atau lalu lintas orang yang tinggi seperti perkantoran atau area komersial.

  • Karakteristik: Sangat kuat, tahan retak, dan memberikan tampilan yang lebih mulus karena sambungan natnya bisa dibuat sangat tipis.

5. Keramik Eksterior (Heavy Duty)

Dirancang khusus untuk menahan perubahan cuaca ekstrem, baik panas matahari langsung maupun hujan.

  • Penggunaan Terbaik: Carport (garasi), teras depan, dan area taman.

  • Karakteristik: Memiliki ketebalan yang lebih tinggi untuk menahan beban kendaraan.

Baca Juga : Berat Jenis Beton: Pengertian, Fungsi, & Rumus Hitungnya

Tips Memilih Keramik yang Tepat

Selain memahami cara menghitung kebutuhan keramik, Anda juga perlu mengetahui tips jitu dalam memilih keramik lantai yang berkualitas. Ingin tahu caranya? Simak tips-tips berikut ini.

1. Sesuaikan dengan Lokasi Pemasangan

Tips pertama adalah perhatikan area pemasangan keramik. Untuk area eksterior, pilihlah keramik yang tahan panas. Sebaliknya, untuk area yang lembab, pilih keramik yang tahan terhadap air dan uap agar lantai tidak mudah berjamur.

Selain itu, pastikan memilih keramik dengan permukaan antiselip agar pengguna lantai tetap aman dan tidak tergelincir saat berjalan.

2. Pilih Desain Sesuai Konsep yang Diinginkan

Estetika ruangan tentu menjadi hal yang tak boleh diabaikan saat memasang keramik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gaya ruangan yang ingin diterapkan, apakah klasik, minimalis, kontemporer, atau mewah.

Setelah itu, pilih desain keramik yang sesuai dengan konsep ruangan tersebut. Pastikan keramik yang dipilih dapat menyatu dengan elemen lain di ruangan agar menciptakan keserasian tampilan yang menarik.

3. Sesuaikan dengan Anggaran

Tips selanjutnya, pastikan pemasangan keramik tidak melebihi anggaran yang telah ditentukan. Untuk itu, Anda perlu mengetahui cara menghitung kebutuhan keramik secara akurat.

Metode penghitungan keramik berdasarkan dus yang telah dijelaskan sebelumnya akan memudahkan Anda dalam memperkirakan harga pembelian.

Baca juga: Model Keramik Dinding Kamar Mandi Modern dan Minimalis

4. Pilih Merek Keramik Tepercaya

Terakhir, penting untuk memilih merek keramik yang tepercaya. Pilih merek dengan reputasi baik di industri berdasarkan standar kualitas dan proses produksinya. Anda bisa memastikan kualitas keramik dengan meninjau beberapa testimoni yang tersedia.

Itulah informasi mengenai cara menghitung kebutuhan keramik yang wajib Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membelinya. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menghitung kebutuhan keramik dengan tepat dan menghindari pemborosan material.

Pastikan juga untuk memilih keramik yang sesuai dengan lokasi, desain, anggaran, dan kualitas agar hasil pemasangannya maksimal. 

Tak hanya itu, gunakan juga semen berkualitas tinggi untuk memastikan pemasangan keramik kokoh dan tahan lama. Semen Merah Putih bisa menjadi solusi ideal untuk pemasangan keramik yang lebih rekat dan awet menggunakan salah satu produk semen unggulan kami, yakni Semen Merah Putih Watershield.

Semen Merah Putih Watershield adalah semen multiguna super premium yang memiliki banyak keunggulan dibanding semen biasa. Produk ini sangat cocok digunakan untuk segala aplikasi bangunan seperti fondasi, dak beton, cor-coran, pasangan bata atau keramik, plesteran dan acian.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk-produk Semen Merah Putih, hubungi kami segera dan dapatkan informasi lebih lengkap serta solusi terbaik untuk kebutuhan konstruksi Anda.

Baca juga: Begini Cara Menghitung Kebutuhan Semen Agar Tidak Salah

FAQ Seputar Cara Menghitung Kebutuhan Keramik

  1. Bagaimana cara menghitung kebutuhan keramik yang dibutuhkan?

Hitung luas ruangan (panjang × lebar), lalu bagi dengan luas satu keramik. Hitung kebutuhan jumlah keramik, dan jumlah dus keramik.

  1. Berapa banyak keramik untuk ruangan 3x3 meter?

Luas ruangan 3 × 3 = 9 m². Jika menggunakan keramik ukuran 40 × 40 cm (0,16 m² per keping), maka dibutuhkan sekitar 56 keping. Tambahkan cadangan 5–10%, jadi sekitar 60–62 keping.

  1. Bagaimana cara menghitung kebutuhan keramik dinding?

Hitung luas dinding (panjang × tinggi), kemudian kurangi bagian bukaan seperti pintu dan jendela. Bagi hasilnya dengan luas satu keramik dan tambahkan cadangan 5–10%.

  1. Apakah perlu menambahkan cadangan saat membeli keramik?

Ya, sebaiknya Anda membeli lebih dari kebutuhan utama, sekitar 5–10% sebagai cadangan untuk potongan, pola, atau jika ada keramik yang rusak.

  1. Berapa banyak keramik ukuran 60x60 cm untuk 1 m²?

Keramik ukuran 60 × 60 cm memiliki luas 0,36 m² per keping. Jadi, untuk 1 m² dibutuhkan 2,78 keping atau dibulatkan menjadi 3 keping.

  1. Berapa kebutuhan keramik untuk lantai rumah 6x6 meter?

Luas lantai 6 × 6 = 36 m². Jika menggunakan keramik ukuran 50 × 50 cm (0,25 m² per keping), maka diperlukan 144 keping. Tambahkan cadangan 5–10%, jadi kebutuhan sekitar 150–160 keping.

Bagikan
X

Artikel Terkait