Fondasi rumah berfungsi menanggung seluruh beban bangunan. Maka dari itu, pembangunannya perlu diperhatikan dengan saksama dan dilaksanakan oleh ahli di bidang konstruksi.
Kedalaman fondasi rumah biasanya disesuaikan dengan berbagai faktor, seperti luas bangunan, tingkat bangunan, dan kondisi tanah. Pelajari lebih lanjut tentang kedalaman fondasi rumah dalam artikel ini!
Apa Itu Kedalaman Fondasi?
Kedalaman fondasi merupakan jarak vertikal yang diukur dari permukaan tanah sampai titik ujung paling bawah struktur fondasi. Penentuan kedalaman fondasi tentunya tidak dapat dibuat dengan sembarangan, melainkan membutuhkan perhitungan khusus dari ahli konstruksi.
Lantas, seberapa penting kedalaman fondasi dalam konstruksi? Kondisi kedalaman fondasi berpengaruh besar pada kekuatan bangunan, struktur bangunan, kondisi tanah, serta kestabilan bangunan sehingga penentuannya sangat krusial.
Salah satu fungsi utama fondasi bangunan adalah menyalurkan beban struktural bangunan secara merata ke dalam tanah. Jika bangunan berdiri dengan distribusi beban yang tidak seimbang, terdapat kemungkinan terjadi penurunan tanah yang tidak merata (uneven settlement).
Kondisi penurunan tanah yang tidak merata ini akan menyebabkan kemiringan bangunan, retakan pada dinding, atau kerusakan struktural lainnya. Fondasi yang dibuat dengan kedalaman tepat dapat menjaga kestabilan bangunan baik jangka pendek ataupun panjang, mengurangi risiko pergeseran atau potensi keruntuhan bangunan.
Dalam proses pembangunan fondasi rumah, biasanya dilakukan pengukuran secara teliti terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan proses pengecoran beton untuk memastikan bangunan kuat dan kokoh.
Fondasi rumah biasanya diukur terlebih dahulu secara teliti sebelum proses pengecoran dilakukan. Pengukuran ini bertujuan untuk memastikan kedalaman, lebar, dan posisi fondasi sesuai dengan perencanaan struktur bangunan. Setelah ukuran fondasi dibuat, barulah proses pengecoran beton dilakukan.
Baca juga: Perbedaan Semen PCC dan PPC, Pahami Detail Lengkapnya!
Hal yang Memengaruhi Kedalaman Fondasi Rumah
Kedalaman fondasi rumah memang memerlukan perhitungan yang khusus mengingat fungsinya yang krusial dalam menopang beban. Adapun beberapa hal yang mempengaruhi kedalaman fondasi rumah adalah sebagai berikut:
1. Jenis Struktur Bangunan
Faktor pertama yang perlu diperhatikan dalam menentukan kedalaman fondasi adalah jenis struktur bangunan. Jenis bangunan berupa rumah atau hunian kecil biasanya membutuhkan fondasi yang dangkal yaitu antara 90 cm sampai 1,2 meter.
Kedalaman fondasi yang dangkal ini biasanya diterapkan pada bangunan yang relatif memiliki struktur bangunan yang stabil dan luasnya tidak begitu besar. Di sisi lain, bangunan komersial seperti kantor atau pusat perbelanjaan memiliki kedalaman fondasi yang jauh lebih besar. Kedalaman bangunan komersial berkisar antara 1,2 meter sampai 3 meter.
Lebih lanjut, pada bangunan yang lebih luas seperti bangunan industri yang menampung alat dan mesin yang berat, diperlukan fondasi yang sangat dalam yaitu lebih dari 3 meter. Kedalaman fondasi ini disesuaikan guna memastikan bangunan mampu menahan beban yang besar dan menahan gerakan akibat aktivitas operasional.
2. Kondisi Tanah
Faktor yang memengaruhi kedalaman fondasi selanjutnya adalah kondisi tanah. Sebelum memulai proses konstruksi, kondisi tanah harus dilakukan assessment terlebih dahulu. Untuk jenis tanah yang stabil, yaitu dominan pasir atau kerikil, fondasi yang lebih dangkal dapat diterapkan.
Jika tanah tempat pembangunan tidak stabil seperti berlumpur, lempung atau cenderung bergeser, direkomendasikan pembuatan kedalaman fondasi yang lebih besar untuk menjaga kestabilan bangunan.
3. Kondisi Lingkungan
Selain jenis bangunan dan kondisi tanah, kondisi lingkungan juga tak kalah penting. Pada daerah dengan iklim yang cenderung dingin, fondasi harus dibuat dibawah garis beku (frosting line). Contohnya, kedalaman fondasi di Australia umumnya minimal 90 cm.
Berikutnya, kondisi lingkungan water table (muka air tanah) menjadi tantangan tersendiri bagi konstruksi. Jika water table dekat dengan permukaan, akan sering terjadi banjir atau erosi. Untuk mengurangi risiko tersebut, fondasi dibuat lebih dalam dibandingkan bangunan pada lingkungan yang normal.
Kedalaman Fondasi untuk Bangunan 1 Lantai
Kedalaman fondasi untuk bangunan berupa rumah biasanya memerlukan jarak 90 cm sampai 1,2 meter. Seharusnya kedalaman fondasi tersebut sudah cukup jika kondisi tanah dan lingkungan dalam keadaan normal.
Fondasi ini biasanya dibuat dengan campuran beton dari material semen, pasir, dan batu kerikil yang dicor langsung dalam galian fondasi. Beton yang telah dicor nantinya akan mengeras dan menjadi elemen penopang beban bangunan.
Baca juga: Pembuatan Paving Block, Ini Alat dan Bahan yang Diperlukan!
Kedalaman Fondasi untuk Bangunan 2 Lantai
Bangunan yang memiliki tingkat atau 2 lantai tentunya memiliki beban yang lebih besar dibandingan rumah dengan 1 lantai. Secara umum, kedalaman fondasinya pun akan lebih besar, yaitu sekitar 1,2 m sampai 3 m tergantung pada luas, jenis tanah, dan kondisi lingkungan.
Bagi bangunan bertingkat yang dibangun di atas tanah yang tidak stabil, kedalaman fondasi bisa diperdalam serta jenis fondasi tiang pancang dapat menjadi solusi yang tepat dan aman untuk menopang bangunan.
Jenis-Jenis Fondasi dan Kedalamannya
Berikut merupakan beberapa jenis fondasi yang umum digunakan dan kedalaman yang diperlukan:
1. Fondasi Dangkal
Fondasi dangkal merupakan fondasi yang biasanya diterapkan pada bangunan seperti rumah, ruko atau bangunan dengan luas yang kecil hingga sedang. Fondasi dangkal biasanya memiliki kedalaman 90 cm sampai 1, 2 m.
2. Fondasi Dalam
Berikutnya, fondasi dalam merupakan fondasi yang dibuat dengan menanam tiang-tiang pancang yang panjang dan ramping ke dalam tanah dengan kedalaman lebih dari 3 meter. Jenis fondasi ini digunakan untuk bangunan skala besar atau bangunan bertingkat.
3. Fondasi Khusus
Fondasi khusus terbagi menjadi 2 jenis utama, yaitu fondasi basement dan fondasi rakit. Fondasi basement merupakan gabungan antara fondasi dangkal dengan fondasi dalam. Jenis fondasi ini dibuat beberapa meter dibawah permukaan tanah. Umumnya, fondasi ini diterapkan pada bangunan yang membutuhkan ruangan bawah tanah.
Di sisi lain, fondasi rakit atau pelat biasanya digunakan pada bangunan dengan area tanah yang kurang stabil. Desain dari fondasi ini menyebarkan beban banginan ke area yng luas sehingga tidak menumpu pada satu titik. Kedalaman jenis fondasi ini berkisar antara 1,2 m hingga 1,8 m.
Demikian penjelasan lengkap tentang kedalaman fondasi rumah, fungsinya serta faktor yang mempengaruhinya. Ingatlah bahwa fondasi merupakan aspek krusial yang penentuannya membutuhkan arahan dari tenaga ahli.
Selain kedalaman fondasi, material yang dipilih untuk membuat cor-coran fondasi juga sangat penting. Bingung memilih material yang berkualitas dan cocok untuk proyek konstruksi Anda?
Melalui anak perusahaan Semen Merah Putih, Beton Merah Putih memberikan solusi untuk kebutuhan beton dengan menyediakan beberapa produk unggulan seperti Beton Ready Mix dan Precast
Beton Ready Mix-nya berkualitas tinggi dan sesuai dengan standar konstruksi terkini, sedangkan Beton Precast efisien digunakan dan tahan lama sehingga cocok untuk berbagai proyek.
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut tentang produk Semen Merah Putih dan konsultasikan kebutuhan konstruksi Anda!
Baca juga: Rincian Biaya Fondasi Rumah Terbaru 2025, Ini Estimasinya!



