Kualitas bangunan tidak hanya ditentukan oleh material utama seperti batu bata, beton, atau baja, tetapi juga oleh bahan pendukung yang sering kali dianggap remeh. Salah satu bahan penting tersebut adalah mortar.
Mortar berfungsi sebagai perekat dan pelapis dalam berbagai jenis pekerjaan konstruksi, dari pemasangan bata hingga plesteran dinding. Meskipun tampak sederhana, memilih jenis mortar yang sesuai dengan kebutuhan proyek sangatlah penting untuk memastikan daya tahan dan keamanan bangunan.
Untuk itu, mari simak berbagai jenis mortar, kegunaannya, serta tips memilih yang tepat untuk jenis bangunan Anda.
Apa Itu Mortar?
Mortar adalah campuran bahan bangunan yang terdiri dari semen, pasir, dan air yang digunakan untuk menyatukan batu bata, batu, keramik, atau bahan konstruksi lainnya. Dalam beberapa jenis, mortar juga ditambahkan dengan kapur, bahan kimia, atau aditif khusus untuk meningkatkan daya rekat, fleksibilitas, atau ketahanan terhadap air.
Fungsi utama mortar adalah sebagai perekat antar struktur bangunan. Selain itu, mortar juga membantu meratakan permukaan, mengisi celah, serta menjadi pelapis permukaan untuk memberikan finishing pada dinding atau lantai.
Kegunaan Mortar
Mortar memiliki berbagai kegunaan dalam pembuatan bangunan. Berikut beberapa kegunaan utama mortar dalam konstruksi:
1. Pemasangan Batu Bata dan Blok
Kegunaan utama mortar adalah merekatkan bata merah, batako, atau bata ringan agar tersusun kuat dan stabil. Mortar mengisi celah antar material sehingga susunan dinding tidak mudah bergeser dan mampu menahan beban di atasnya.
2. Pemasangan Keramik dan Ubin
Pada proyek pemasangan keramik atau ubin, mortar digunakan untuk menempelkan ubin pada permukaan dasar. Jenis mortar yang digunakan untuk keperluan ini adalah mortar khusus ubin dan dirancang agar memiliki daya rekat yang kuat.
3. Plesteran Dinding
Dalam tahap plester, mortar digunakan untuk melapisi permukaan dinding agar menjadi lebih halus dan rata. Plesteran juga berfungsi sebagai pelindung tambahan terhadap cuaca, serta sebagai dasar sebelum dilakukan pengecatan atau finishing lainnya.
4. Pengerjaan Beton
Mortar beton digunakan pada struktur bangunan yang memerlukan kekuatan ekstra, seperti fondasi dan tiang penyangga. Mortar beton terdiri dari semen, pasir, dan agregat kasar yang memberikan kekuatan lebih tinggi dibandingkan mortar biasa.
5. Perbaikan Bangunan
Mortar juga digunakan untuk perbaikan bangunan, baik itu menambal retakan atau mengganti bagian yang rusak. Mortar jenis ini biasanya lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan jenis material yang akan diperbaiki.
Baca juga: 1 Sak Mortar Plester Berapa m2​? Ini Cara Menghitungnya!
Jenis-Jenis Mortar
Mortar tersedia dalam berbagai jenis dengan karakteristik dan kegunaan yang berbeda. Berikut jenis-jenis mortar yang perlu Anda ketahui untuk menentukan yang paling sesuai untuk bangunan Anda:
1. Mortar Semen
Mortar semen merupakan jenis yang paling umum digunakan dalam pekerjaan konstruksi. Campuran ini terdiri dari semen, pasir, dan air. Karakter mortar semen cukup kuat dan kaku sehingga cocok digunakan untuk pasangan bata, batako, serta pekerjaan struktural yang membutuhkan daya tekan tinggi.
2. Mortar Kapur
Mortar kapur terbuat dari campuran kapur, pasir, dan air. Mortar jenis ini lebih fleksibel dibandingkan mortar semen dan mampu menyesuaikan diri terhadap pergerakan kecil pada dinding sehingga cocok untuk bangunan bersejarah atau restorasi bangunan. Mortar kapur juga lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan alami dan dapat bertahan lebih lama.
3. Mortar Acian
Mortar acian adalah jenis mortar yang digunakan untuk meratakan permukaan dinding atau beton. Mortar ini biasanya terdiri dari campuran semen, pasir, dan air, dan digunakan untuk menutupi permukaan dinding dengan lapisan tipis untuk mendapatkan hasil yang halus. Mortar acian sering digunakan pada dinding interior untuk memberikan finishing yang rapi dan bersih sebelum pengecatan.
4. Mortar Plester
Mortar plester digunakan untuk menutupi permukaan dinding, baik itu dinding bata, beton, atau batu. Mortar plester memiliki komposisi yang lebih kasar dibandingkan dengan mortar acian, karena tujuan utamanya adalah untuk memberikan pelapisan yang lebih tebal dan kuat. Selain itu, mortar plester juga dapat digunakan untuk melapisi dinding luar, yang membutuhkan perlindungan ekstra terhadap cuaca dan kelembapan.
5. Mortar Pasir
Mortar pasir hanya terdiri dari pasir dan air, tanpa campuran semen. Mortar ini digunakan untuk pekerjaan dekoratif dan aplikasi nonstruktural. Karena tidak mengandung semen, daya rekat mortar pasir lebih rendah, namun cocok untuk konstruksi yang tidak mengutamakan kekuatan struktural.
6. Mortar Gypsum
Mortar gypsum merupakan jenis mortar yang terbuat dari campuran bahan dasar gypsum, air, dan pengikat lainnya. Mortar ini digunakan untuk aplikasi interior, terutama untuk finishing dinding dan langit-langit, karena memberikan hasil yang sangat halus dan mudah diaplikasikan. Mortar gypsum sangat cocok untuk konstruksi plafon, dinding, atau pembuatan partisi ringan.
7. Mortar Beton
Mortar beton digunakan pada proyek konstruksi yang memerlukan kekuatan tinggi, seperti untuk membangun pondasi dan pilar bangunan. Mortar ini terdiri dari semen, pasir, agregat kasar, dan air. Mortar beton lebih kuat daripada mortar biasa dan mampu menahan beban berat, sehingga cocok untuk struktur bangunan berukuran besar dan bertingkat.
8. Mortar Refraktori
Mortar refraktori digunakan pada tempat-tempat yang terpapar suhu tinggi, seperti tungku, dapur, dan pembangkit energi. Mortar ini terbuat dari campuran bahan tahan api yang mampu menahan suhu ekstrem.
9. Mortar Polimer
Mortar polimer merupakan mortar yang telah dimodifikasi dengan penambahan bahan polimer untuk meningkatkan kekuatan dan daya rekatnya. Mortar jenis ini sering digunakan untuk konstruksi yang membutuhkan daya rekat lebih kuat, seperti pemasangan ubin di area basah seperti kamar mandi atau dapur.
10. Mortar Ekspansif
Jenis ekspansif mengandung bahan yang menyebabkan mortar ini mengembang saat mengeras. Mortar ekspansif digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan ketahanan ekstra dan sangat baik untuk penguatan struktur beton atau perbaikan pada beton yang rusak.
Tips Memilih Mortar untuk Bangunan
Memilih mortar yang tepat untuk bangunan Anda sangat penting untuk memastikan kekuatan, daya tahan, dan efisiensi biaya. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam memilih mortar yang tepat untuk proyek konstruksi:
1. Pertimbangkan Jenis Pekerjaan
Jenis mortar yang Anda pilih harus disesuaikan dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Jika Anda melakukan pemasangan bata atau blok, mortar semen atau mortar kapur bisa menjadi pilihan yang tepat. Untuk pekerjaan yang melibatkan suhu tinggi, gunakan mortar refraktori. Pastikan untuk memilih jenis mortar yang sesuai dengan kebutuhan spesifik proyek Anda.
2. Perhatikan Kekuatan dan Ketahanan
Pastikan mortar yang Anda pilih memiliki kekuatan dan ketahanan yang sesuai dengan fungsi bangunan. Mortar semen dan mortar beton lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan kekuatan tinggi, sedangkan mortar kapur lebih sesuai untuk proyek restorasi yang memerlukan fleksibilitas.
3. Pilih Mortar yang Mudah Digunakan
Beberapa jenis mortar mungkin lebih sulit untuk dicampur dan digunakan. Pilihlah mortar yang mudah diaplikasikan sesuai dengan keahlian dan pengalaman tim konstruksi Anda. Mortar siap pakai (pre-mixed mortar) bisa menjadi pilihan yang lebih praktis jika Anda ingin menghemat waktu dan tenaga.
4. Pertimbangkan Faktor Lingkungan
Jika Anda mengerjakan proyek di daerah dengan kelembapan tinggi atau perubahan suhu yang ekstrem, pastikan memilih mortar yang tahan terhadap kondisi tersebut. Mortar polimer atau mortar refraktori bisa menjadi pilihan terbaik untuk kondisi lingkungan yang lebih ekstrem.
5. Perhatikan Biaya dan Anggaran
Pastikan untuk memilih mortar yang sesuai dengan anggaran proyek Anda. Mortar semen umumnya lebih terjangkau dan dapat digunakan untuk berbagai konstruksi, sementara mortar kapur dan mortar refraktori memiliki biaya yang lebih mahal. Tentukan anggaran Anda terlebih dahulu dan pilih jenis mortar yang sesuai antara harga dan kualitas.
Itulah jenis-jenis mortar beserta tips memilihnya. Dalam sebuah konstruksi, baik itu berupa rumah atau bangunan lainnya, bukan hanya pemilihan mortar saja yang perlu diperhatikan. Bahan lain seperti semen juga memegang peranan penting dalam menentukan kekuatan dan ketahanan bangunan.
Salah satu pilihan terbaik untuk memastikan bangunan Anda kokoh dan lama adalah Semen Merah Putih Watershield. Dengan teknologi water repellent, semen ini memberikan perlindungan ganda terhadap rembesan air dari luar, dalam, dan tanah (air kapiler), serta kelembapan air.
Dengan menggunakan Semen Merah Putih Watershield, Anda tidak hanya mendapatkan kualitas konstruksi yang tahan lama, tetapi juga perlindungan ekstra terhadap masalah kelembapan yang sering menjadi penyebab kerusakan bangunan. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi kami sekarang dan konsultasikan lebih lanjut keperluan material untuk proyek Anda!
Baca juga: Semen Portland: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya



