konstruksi
10 Juni 2026
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

Biaya Urus IMB untuk Rumah Baru, Renovasi, dan Rumah Lama

biaya urus IMB

Biaya urus IMB masih menjadi salah satu informasi yang banyak dicari oleh masyarakat sebelum membangun atau merenovasi rumah. Namun, sebelumnya penting untuk dipahami bahwa pemerintah telah memberlakukan regulasi baru di mana IMB digantikan oleh PBG

Bagi Anda yang sedang berencana membangun rumah, melakukan renovasi, maupun mengurus legalitas rumah yang sudah berdiri, penting untuk memahami besaran biaya urus IMB atau PBG beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Yuk, simak di bawah ini!

Perubahan IMB ke PBG

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) resmi digantikan oleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Bangunan Gedung.

Perubahan ini dilakukan untuk menyederhanakan proses perizinan sekaligus meningkatkan kepastian hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung. Jika sebelumnya IMB berfungsi sebagai izin untuk mendirikan bangunan, PBG lebih berfokus pada persetujuan terhadap kesesuaian perencanaan teknis bangunan dengan standar dan ketentuan yang berlaku.

Meski terdapat perubahan istilah dan mekanisme, masyarakat masih sering menyebut PBG sebagai IMB karena lebih familiar. Oleh karena itu, ketika mencari informasi mengenai biaya urus IMB, pada dasarnya yang dimaksud saat ini adalah biaya pengurusan PBG.

Baca juga: Begini Contoh RAB Renovasi Rumah Sederhana & Cara Membuatnya

Biaya Urus IMB atau PBG

Besaran biaya urus IMB atau PBG tidak memiliki tarif yang sama untuk setiap bangunan. Perhitungannya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti luas bangunan, fungsi bangunan, lokasi, hingga tingkat kompleksitas konstruksi. Berikut uraian selengkapnya:

1. Untuk Rumah Baru

Pada pembangunan rumah baru, biaya PBG dihitung berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah daerah dengan mengacu pada fungsi dan luas bangunan.

Secara umum, rumah tinggal sederhana dengan luas yang tidak terlalu besar biasanya memiliki biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan rumah bertingkat atau rumah dengan desain yang kompleks. Selain itu, setiap daerah dapat menerapkan nilai indeks dan tarif yang berbeda sehingga total biaya yang harus dibayarkan juga dapat berbeda.

Selain biaya PBG itu sendiri, pemilik rumah juga perlu menyiapkan dokumen pendukung seperti gambar arsitektur, gambar struktur, serta dokumen teknis lainnya yang mungkin memerlukan bantuan tenaga profesional.

2. Untuk Renovasi

Biaya urus IMB atau PBG untuk renovasi umumnya diperlukan apabila renovasi yang dilakukan mengubah struktur bangunan, menambah luas bangunan, mengubah fungsi ruang, atau melakukan perubahan signifikan terhadap bangunan eksisting.

Jika renovasi hanya bersifat ringan seperti pengecatan, penggantian lantai, atau perbaikan minor lainnya, biasanya tidak memerlukan pengajuan PBG baru. Namun, apabila renovasi melibatkan penambahan lantai atau perluasan bangunan, maka pemilik rumah perlu mengajukan persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Besaran biaya yang dikenakan biasanya akan disesuaikan dengan bagian bangunan yang mengalami perubahan, sehingga nilainya dapat lebih rendah dibandingkan pengurusan untuk rumah baru.

3. Untuk Rumah Lama

Masih banyak pemilik rumah lama yang belum memiliki IMB atau PBG. Dalam kondisi seperti ini, pemilik rumah tetap dapat mengurus legalitas bangunannya sesuai prosedur yang berlaku saat ini.

Proses pengurusan IMB rumah lama akan mempertimbangkan kondisi bangunan eksisting, dokumen kepemilikan tanah, serta kesesuaian bangunan terhadap aturan tata ruang yang berlaku di wilayah tersebut.

Untuk mengetahui langkah-langkahnya secara lebih lengkap, Anda dapat membaca panduan mengenai cara mengurus IMB rumah yang sudah dibangun sebelum memulai proses pengajuan dokumen.

Biaya Tambahan dalam Mengurus IMB atau PBG

Selain biaya utama pengurusan PBG, terdapat beberapa biaya tambahan yang sering kali perlu dipersiapkan oleh pemilik rumah.

1. Biaya Notaris

Biaya notaris biasanya muncul apabila terdapat kebutuhan pengurusan dokumen legal tertentu yang berkaitan dengan kepemilikan tanah atau bangunan. Besaran biaya notaris dapat berbeda tergantung jenis layanan yang dibutuhkan, kompleksitas dokumen, serta kebijakan masing-masing kantor notaris.

2. Biaya Bank

Apabila rumah dibangun menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau pembiayaan dari bank, sering kali terdapat biaya administrasi tambahan yang berkaitan dengan proses legalitas dokumen. Biaya ini dapat mencakup biaya pengecekan dokumen, administrasi kredit, maupun biaya pendukung lainnya sesuai kebijakan bank terkait.

3. Biaya Peningkatan HGB ke SHM

Banyak pemilik rumah yang juga melakukan peningkatan status sertifikat dari Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Proses ini membutuhkan biaya tersendiri yang meliputi biaya administrasi, pengukuran, serta penerbitan dokumen baru sesuai ketentuan yang berlaku di kantor pertanahan.

6. Biaya Roya

Roya merupakan proses penghapusan hak tanggungan pada sertifikat tanah setelah kewajiban kredit kepada bank telah selesai. Biaya roya biasanya diperlukan apabila pemilik rumah ingin memperbarui dokumen kepemilikan atau melakukan proses administrasi lanjutan yang memerlukan sertifikat bebas dari catatan hak tanggungan.

Baca juga: Mengenal Pajak Konstruksi, Ini yang Perlu Anda Pahami!

Faktor-Faktor yang Menentukan Biaya IMB atau PBG

Terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi biaya urus IMB atau PBG, antara lain:

  • Luas bangunan: Semakin besar luas bangunan yang akan dibangun atau direnovasi, umumnya biaya PBG yang dikenakan juga akan semakin tinggi.
  • Fungsi bangunan: Bangunan rumah tinggal biasanya memiliki perhitungan yang berbeda dibandingkan bangunan komersial, perkantoran, atau bangunan industri.
  • Kompleksitas desain: Bangunan dengan desain khusus, bentang struktur yang besar, atau spesifikasi teknis tertentu biasanya membutuhkan dokumen perencanaan yang lebih detail sehingga biaya pengurusannya dapat meningkat.
  • Standar harga daerah: Setiap daerah memiliki tarif yang berbeda-beda berdasarkan Perda yang telah ditetapkan.

Itulah penjelasan mengenai beberapa biaya urus IMB atau PBG yang setidaknya perlu Anda siapkan. Namun, berkaitan dengan nominal, Anda mungkin tidak bisa berpatokan dengan satu referensi mengingat setiap daerah bisa memiliki tarif yang berbeda-beda.

Mengurus IMB atau yang kini dikenal sebagai PBG merupakan langkah penting untuk memastikan bangunan memiliki legalitas yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain memahami biaya urus IMB, Anda juga perlu memperhitungkan berbagai biaya tambahan yang mungkin muncul selama proses pengurusan dokumen.

Di sisi lain, keberhasilan pembangunan rumah tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh kualitas material yang digunakan. Pemilihan material yang tepat dapat membantu menciptakan bangunan yang lebih kuat, tahan lama, dan terlindungi dari berbagai risiko kerusakan.

Oleh karena itu, untuk mendukung konstruksi rumah yang lebih optimal, Anda dapat menggunakan Semen Merah Putih Watershield yang dilengkapi teknologi teknologi water repellent sehingga memberikan triple protection pada bangunan. Teknologi ini memberikan perlindungan dari tiga sumber rembesan (luar, dalam, dan dari tahan) sehingga bangunan lebih kuat, tahan lama, dan  minim perawatan.

Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan solusi konstruksi terbaik untuk proyek Anda! Kami siap membantu Anda mencapai keberhasilan proyek dengan produk semen dan layanan yang unggul.

Baca juga: Cara Cek Pajak Bumi dan Bangunan Online dengan Mudah

Bagikan
X

Artikel Terkait