konstruksi
4 Maret 2026
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

Bisnis Lapangan Padel di Indonesia: Modal dan Harga Sewanya

bisnis lapangan padel

Pilihan olahraga di Indonesia kini semakin beragam. Jika dulu orang-orang sering berkumpul di lapangan futsal atau badminton, sekarang mulai terlihat group hangout di lapangan berdinding kaca dengan raket kecil dan bola mirip tenis.

Itulah yang dinamakan lapangan padel. Olahraga padel bukan hanya dikenal sebagai aktivitas fisik, tetapi juga menjadi tempat bertemu komunitas, relasi bisnis, hingga gaya hidup baru kalangan profesional muda.

Fenomena padel ini membuat banyak pengusaha mulai meliriknya sebagai peluang. Tidak sedikit yang awalnya hanya hobi bermain, lalu berpikir membuka lapangan sendiri karena melihat jadwal sewa selalu penuh. Permintaan yang tinggi dan jumlah lapangan yang masih terbatas menciptakan peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Sebelum merencanakan konstruksi atau membuka bisnis sewa lapangan padel, simak penjelasan mengenai modal awal, potensi keuntungan, dan estimasi harga sewa lapangan padel di artikel ini!

Tren Padel di Indonesia

Padel modern merupakan olahraga yang berasal dari Meksiko, lalu berkembang di Spanyol dan Argentina, sebelum akhirnya masuk ke Asia, termasuk Indonesia pada akhir 2010-an. Olahraga ini menggabungkan unsur tenis dan squash.

Lapangan padel lebih kecil dari tenis dan permainan dilakukan berpasangan. Karena tidak membutuhkan teknik sekompleks olahraga tenis, pemula biasanya bisa langsung menikmati permainan sejak pertama mencoba.

Di Indonesia, pertumbuhan padel cukup cepat terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Banyak pemain datang bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk bersosialisasi. Setelah bermain, para pemain biasanya duduk di kafe yang berada di area klub, berbincang, atau menjalin relasi.

Jumlah lapangan padel masih sedikit dibanding permintaan sehingga membuat peluang usaha di bidang ini masih sangat terbuka. Bagi pengusaha properti, padel juga menarik karena memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas namun menghasilkan cashflow rutin.

Target Market Penyewa Lapangan Padel

Salah satu alasan mengapa bisnis lapangan padel menarik adalah profil konsumennya. Penyewa lapangan padel cenderung berasal dari kelas menengah ke atas. Mayoritas adalah profesional muda, pebisnis, komunitas olahraga, hingga ekspatriat. Mereka tidak sekadar mencari olahraga murah, tetapi juga pengalaman.

Kelompok usia yang dominan biasanya 20–45 tahun. Banyak dari mereka bekerja di perkantoran, startup, atau menjalankan bisnis sendiri. Waktu bermain paling ramai justru setelah jam kerja dan akhir pekan.

Selain individu, ada juga komunitas tetap. Klub padel biasanya rutin bermain setiap minggu. Inilah yang membuat tingkat keterisian lapangan relatif stabil. Bahkan, beberapa lapangan memiliki member tetap yang membayar bulanan agar mudah mendapatkan jadwal.

Baca juga: Building Information Modeling: Arti, Fungsi, & Manfaatnya

Modal Awal Membangun Lapangan Padel

Secara umum, modal buka lapangan padel dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti lokasi lahan, jumlah lapangan, kualitas material, dan fasilitas pendukung. Untuk satu lapangan standar internasional, ukuran areanya sekitar 20 x 10 meter. Namun Anda perlu tambahan ruang untuk area tunggu, akses pemain, dan sirkulasi.

Komponen terbesar biasanya ada pada konstruksi dan struktur lapangan. Lantai harus benar-benar rata dan kuat karena akan menahan beban kaca, rangka besi, serta aktivitas pemain. Setelah itu baru pemasangan rumput sintetis khusus padel, pagar kaca tempered, pencahayaan, dan drainase.

Jika dirinci secara kasar, biaya buka lapangan padel di Indonesia berkisar antara 700 juta hingga 1,5 miliar rupiah per lapangan, tergantung spesifikasi. Biaya ini sudah termasuk:

  • Pekerjaan pondasi dan perataan tanah.
  • Struktur beton dan finishing lantai.
  • Pemasangan kaca tempered dan rangka baja.
  • Rumput sintetis khusus padel.
  • Lampu lapangan standar olahraga malam hari.
  • Sistem drainase.

Biaya tersebut belum termasuk fasilitas tambahan seperti kafe, ruang ganti, kamar mandi, parkir, dan area duduk. Fasilitas tersebut memang tidak wajib ada, tetapi sering kali ditambahkan karena meningkatkan kenyamanan pemain dan memperpanjang waktu kunjungan.

Harga Sewa Lapangan Padel di Indonesia

Harga sewa lapangan padel di Indonesia berada di kisaran Rp300.000 hingga Rp600.000 per jam. Biasanya, lapangan di pusat kota besar bisa lebih mahal dibanding pinggiran kota. Selain itu, jam bermain juga memengaruhi harga sewa. Biaya sewa saat prime time sore dan malam hari biasanya lebih tinggi daripada pagi hari.

Dalam hal ini, Anda bisa menerapkan sistem member. Pemain yang mendaftar sebagai anggota mendapatkan harga lebih murah atau prioritas booking. Ada juga paket langganan bulanan untuk komunitas tetap.

Selain sewa lapangan, pertimbangkan juga penyewaan raket, penjualan bola, minuman, hingga kafe untuk tambahan pemasukan. Bahkan, justru area kafe di lapangan padel yang sering menjadi sumber pemasukan tambahan yang cukup stabil.

Pendapatan dan Keuntungan Bisnis Padel

Untuk melihat potensi keuntungan, Anda bisa membuat simulasi sederhana. Misalnya satu lapangan disewa rata-rata 8 jam per hari dengan tarif Rp400.000 per jam. Pendapatan kotor harian sekitar Rp3.200.000. Dalam satu bulan operasional 26 hari, omzet mencapai sekitar Rp83 juta per lapangan.

Biaya operasional biasanya meliputi listrik lampu, gaji pegawai, perawatan rumput, kebersihan, dan air. Rata-rata biaya operasional sekitar 20–35% dari omzet.  Dengan perhitungan tersebut, banyak pengusaha menargetkan balik modal dalam 2–4 tahun tergantung tingkat okupansi.

Faktor penting lain yang perlu diperhatikan adalah manajemen komunitas. Lapangan yang aktif mengadakan turnamen kecil, coaching clinic, atau gathering biasanya lebih ramai. Aktivitas ini menjaga pelanggan tetap datang dan membuat lapangan tidak hanya bergantung pada pemain baru.

Strategi Mengelola Bisnis Lapangan Padel

Membangun lapangan padel hanyalah tahap awal. Banyak usaha olahraga gagal bukan karena tidak ada peminat, tetapi karena pengelolaannya kurang tepat. Bisnis ini bergantung pada tingkat keterisian jadwal dan loyalitas pemain. Artinya, Anda perlu memastikan pemain datang kembali, bukan hanya mencoba sekali.

Beberapa langkah berikut dapat membantu Anda menjaga lapangan tetap ramai dan operasional berjalan stabil:

1. Bangun Komunitas Pemain Sejak Awal

Jangan hanya menunggu penyewa datang. Undang pemain pertama melalui soft opening, fun match, atau turnamen kecil. Begitu komunitas terbentuk, mereka akan membawa teman bermain secara otomatis. Komunitas adalah aset utama bisnis padel.

2. Gunakan Sistem Booking Online

Pemain padel umumnya tidak ingin repot menelpon atau datang hanya untuk reservasi. Gunakan aplikasi booking, WhatsApp Business, atau website reservasi sederhana. Kemudahan pemesanan sangat berpengaruh terhadap tingkat keterisian lapangan.

3. Terapkan Membership dan Paket Langganan

Banyak pemain bermain rutin setiap minggu. Anda bisa menawarkan paket bulanan, diskon member, atau prioritas jadwal. Cara ini membuat pemasukan lebih stabil dan membantu Anda memprediksi okupansi lapangan.

4. Sediakan Fasilitas Pendukung yang Nyaman

Padel bukan sekadar olahraga, tetapi juga aktivitas sosial. Sediakan ruang duduk, kafe kecil, kamar mandi bersih, dan area tunggu nyaman. Pemain biasanya menghabiskan waktu lebih lama setelah bermain, dan di sinilah peluang pendapatan tambahan muncul.

5. Aktif di Media Sosial

Unggah jadwal kosong, dokumentasi permainan, hingga highlight pertandingan. Konten sederhana seperti foto komunitas atau cuplikan rally panjang sering menarik perhatian calon pemain baru. Media sosial menjadi promosi gratis yang sangat efektif untuk bisnis ini.

6. Adakan Event Rutin

Buat liga mingguan, coaching clinic pemula, atau kompetisi internal. Event membuat pemain memiliki alasan untuk datang kembali secara terjadwal. Selain itu, kegiatan rutin membantu membangun identitas klub Anda.

7. Perhatikan Perawatan Lapangan

Rumput sintetis, kaca, dan pencahayaan harus selalu dalam kondisi baik. Lapangan yang licin, lampu redup, atau kaca kotor akan membuat pemain enggan kembali. Perawatan rutin justru lebih hemat dibanding memperbaiki kerusakan besar di kemudian hari.

Itulah pembahasan mengenai bisnis lapangan padel di Indonesia mulai dari tren, target pasar, hingga potensi keuntungannya. Namun, sebelum Anda benar-benar membuka usaha ini, ada satu hal yang sering diremehkan, yaitu pembangunan lapangan itu sendiri. Struktur lapangan harus kuat dan tahan lama karena digunakan setiap hari.

Salah satu material penting yang perlu diperhatikan adalah semen. Untuk itu, Anda dapat menggunakan Semen Merah Putih Watershield.

Produk Semen Merah Putih ini memiliki teknologi water repellent yang memberikan perlindungan ganda terhadap rembesan air dari luar, dari dalam, maupun dari tanah (air kapiler). Teknologi water repellent membantu mengurangi dampak kelembapan yang berpotensi melemahkan struktur bangunan.

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan pemenuhan kebutuhan konstruksi lapangan padel yang kokoh dan tahan lama sesuai dengan rencana Anda!

Baca juga: Segini Gaji Tukang Bangunan per Hari dan Borongan di 2026!

Bagikan
X

Artikel Terkait