Ada banyak biaya yang perlu Anda pertimbangkan saat merencanakan sebuah pembangunan, salah satunya adalah gaji tukang bangunan. Besaran gaji ini tentu berbeda, tergantung pada pilihan sistem kerja yang Anda pilih, apakah harian atau borongan.
Selain itu, faktor lain seperti jenis pekerjaan, keahlian dalam konstruksi, pengalaman, dan pemahaman tentang bahan serta struktur bangunan juga memengaruhi besaran gaji ini. Mari simak lebih lanjut berapa gaji tukang bangunan per hari dan borongan yang terbaru berikut ini!
Kisaran Gaji Tukang Bangunan Harian di 2026
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, besaran gaji tukang bangunan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sistem kerja yang diterapkan dan jenis pekerjaan yang dilakukan.
Oleh karena itu, berikut ini adalah kisaran gaji tukang bangunan per hari di 2026 yang perlu Anda ketahui:
| Posisi Tenaga Kerja | Perkiraan Upah Per Hari |
| Mandor | Rp180.000 |
| Kepala Tukang | Rp125.000 - Rp175.000 |
| Mekanik | Rp110.000 - Rp130.000 |
| Operator | Rp150.000 |
| Pembantu Operator | Rp90.000 |
| Ahli Bor | Rp140.000 |
| Kuli | Rp80.000 - Rp100.000 |
| Supir | Rp170.000 |
| Pembantu Supir | Rp90.000 |
| Penjaga Malam | Rp110.000 |
| Tukang Las | Rp110.000 |
| Tukang Listrik | Rp110.000 - Rp120.000 |
| Tukang Kayu | Rp110.000 - Rp130.000 |
| Tukang Gali Tanah | Rp95.000 - Rp100.000 |
| Tukang Besi Beton | Rp120.000 |
| Tukang Besi Profil | Rp125.000 |
| Tukang Batu | Rp100.000 - Rp140.000 |
| Tukang Cat | Rp115.000 - Rp120.000 |
| Tukang Ledeng | Rp115.000 |
Baca Juga : Estimasi Biaya Bangun Rumah per Meter Berdasarkan Tipenya!
Kisaran Gaji Tukang Bangunan Borongan di 2026
Pada sistem borongan, biaya upahnya cenderung lebih efisien karena pekerja menyelesaikan proyek dalam satu paket harga, tanpa mempertimbangkan durasi kerja per hari.
Adapun kisaran gaji tukang bangunan borongan di 2026 berdasarkan per jam yang perlu Anda pertimbangkan yaitu:
| Jenis Pekerjaan | Upah (Per 8 Jam) |
| Tukang Gali Tanah | Rp75.000 |
| Kepala Tukang Gali | Rp100.000 |
| Mandor Tukang Gali | Rp100.000 |
| Tukang Cat | Rp75.000 |
| Kepala Tukang Cat | Rp150.000 |
| Tukang Kayu | Rp130.000 |
| Kepala Tukang Kayu | Rp185.000 |
| Tukang Batu | Rp140.000 |
| Kepala Tukang Batu | Rp180.000 |
| Tukang Besi | Rp130.000 |
| Kepala Tukang Besi | Rp180.000 |
Selain pembayaran per jam, ada juga sistem pembayaran berdasarkan satuan pekerjaan, seperti per m² atau per unit.
Sistem ini sering digunakan untuk pekerjaan yang lebih terukur dan dapat dihitung berdasarkan luas area atau jumlah unit yang dikerjakan. Berikut adalah kisaran gaji tukang bangunan borongan berdasarkan satuan pekerjaan tersebut:
| Jenis Pekerjaan | Biaya Upah | Satuan |
| Pasang Pagar | Rp35.000 | per m² |
| Pasang Daun Pintu | Rp190.000 | per unit |
| Pasang Kusen Pintu | Rp175.000 | per unit |
| Pasang Keramik Lantai | Rp60.000 | per m² |
| Pasang Keramik Kamar Mandi | Rp45.000 | per m² |
| Pasang Keramik Dinding | Rp50.000 | per m² |
| Pengecatan Dinding | Rp20.000 | per m² |
| Pemasangan Beton | Rp50.000 | per m² |
| Pasang Daun Jendela | Rp95.000 | per unit |
| Pasang Kusen Jendela | Rp98.000 | per unit |
| Galian Pondasi | Rp95.000 | per m³ |
| Pasang Atap | Rp132.500 | per m² |
| Pasang Talang | Rp68.000 | per m |
| Pasang Plafon | Rp35.000 | per m² |
| Pasang Bata | Rp30.000 | per m² |
Baca juga: Begini Cara Menghitung Kebutuhan Semen Agar Tidak Salah
Apa Perbedaan Tukang Bangunan Harian dan Borongan?
Jika Anda berencana mempekerjakan tukang bangunan, Anda harus paham dulu bagaimana sistem kerja yang mereka gunakan, yaitu harian dan borongan. Secara sederhana, berikut perbedaan antara kedua sistem tersebut:
1. Tanggung Jawab
Tukang bangunan harian umumnya bertanggung jawab pada tugas-tugas spesifik, seperti mengaduk semen atau menyemen lantai tanah.
Sebaliknya, tukang bangunan borongan lebih sering menangani proyek pembangunan secara menyeluruh sehingga tanggung jawab mereka biasanya lebih besar dibandingkan dengan tukang harian.
2. Jenis dan Waktu Pengerjaan Proyek
Tukang bangunan borongan biasanya menangani proyek berskala besar, seperti pembangunan gedung atau bangunan komersial.
Waktu pengerjaan mereka sudah ditetapkan sejak awal dan disusun secara terjadwal untuk menghindari keterlambatan, yang jika terjadi akan menjadi tanggung jawab pihak borongan, bukan pemilik proyek.
Berbeda dengan sistem borongan, tukang bangunan harian lebih sering digunakan untuk proyek kecil, seperti renovasi rumah subsidi. Waktu pengerjaan mereka cenderung lebih fleksibel karena tidak terikat jadwal yang ketat seperti pada sistem borongan.
Baca Juga : Rincian Biaya Fondasi Rumah Terbaru 2026, Ini Estimasinya!
3. Kualitas Pekerjaan
Kualitas pekerjaan tukang bangunan harian cenderung lebih detail karena mereka dibayar berdasarkan waktu kerja sehingga lebih fokus pada pengerjaan setiap bagian.
Sementara itu, tukang borongan biasanya lebih cepat menyelesaikan pekerjaan karena berorientasi pada target waktu, meski ada risiko hasilnya kurang maksimal jika tidak diawasi dengan baik.
4. Besaran Upah dan Efisiensi Biaya
Besaran gaji tukang bangunan harian dihitung berdasarkan jumlah hari kerja. Akan tetapi, karena mereka lebih fokus pada pengerjaan yang spesifik, total biaya bisa menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan sistem borongan.
Sementara itu, gaji tukang bangunan borongan telah disepakati sejak awal, berdasarkan skala dan durasi proyek. Biaya borongan biasanya lebih murah karena mereka menggunakan strategi tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan secara efisien.
Baca juga: Berapa Harga Cor 1 Molen untuk Konstruksi? Ini Kisarannya
Tips Memilih Tukang Bangunan yang Terpercaya
Selain gaji tukang bangunan, penting juga untuk memperhatikan kualitas tukang yang akan Anda pekerjakan agar pengeluarannya memberikan hasil yang maksimal. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih tukang bangunan terbaik yang bisa Anda catat:
1. Lakukan Riset Secara Mendalam
Pertama, Anda harus mencari tahu pengalaman kerja tukang bangunan, proyek yang pernah ditangani, dan kualitas hasil pekerjaannya.
Jika perlu, mintalah referensi dari orang terdekat yang pernah menggunakan jasa mereka. Dengan begitu, Anda bisa langsung mengevaluasi kualitas pekerjaan tukang bangunan yang dipilih.
2. Buat Kontrak Kerja yang Jelas dan Kuat
Kontrak kerja berguna untuk menjaga profesionalisme dan hubungan yang saling menguntungkan antara Anda dan tukang bangunan.Pastikan semua poin penting, seperti waktu pengerjaan, besaran gaji tukang, ketentuan pelanggaran, dan lainnya, tercatat secara rinci.
Selain itu, sesuaikan isi kontrak dengan sistem kerja yang digunakan, baik itu sistem harian maupun borongan, karena kedua sistem memerlukan pengaturan yang berbeda.
Baca Juga : Begini RAB Renovasi Rumah 2 Lantai, Simak dan Catat!
3. Tetapkan Anggaran Proyek dengan Tepat
Susunlah anggaran proyek secara efektif dan efisien. Diskusikan anggaran ini dengan tukang bangunan karena mereka memiliki pengalaman yang dapat membantu Anda menentukan alokasi biaya yang optimal.
Bahkan, dengan masukan mereka, Anda mungkin bisa menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas proyek.
4. Rutin Lakukan Peninjauan Proyek
Terakhir, Anda harus rutin memantau perkembangan proyek untuk menghindari kesalahan yang dapat menyebabkan kerugian atau bahkan kegagalan proyek. Selain itu, peninjauan rutin ini juga berguna untuk menjalin komunikasi yang lebih baik dengan tukang bangunan.
Itulah kisaran gaji tukang bangunan terbaru di tahun 2026, baik untuk sistem harian maupun borongan. Pastikan Anda memilih tukang bangunan yang sudah terbukti kinerjanya dan atur anggaran Anda dengan cermat untuk hasil pembangunan yang optimal.
Lalu, selain mempertimbangkan gaji tukang bangunan, penting juga untuk memilih material berkualitas agar investasi Anda tidak sia-sia. Anda bisa pilih Semen Merah Putih, yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia.
Proses produksinya melalui berbagai tahap optimalisasi quality control yang ketat agar kualitasnya tetap terjaga. Selain itu, Semen Merah Putih yang premium ini juga telah memenuhi standar mutu SNI 7064-2014.
Tunggu apa lagi? Gunakan Semen Merah Putih agar bangunan Anda kokoh dan tahan lama. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk kami, segera hubungi kami melalui formulir kontak ini.
Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok, Benar dan Anti Tekor!



