Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga simbol kemandirian, keamanan, dan kenyamanan bagi keluarga. Namun, harga rumah yang terus meningkat sering kali membuat hal ini terasa sulit dijangkau, terutama jika harus disesuaikan dengan gaji bulanan.
Padahal, kunci untuk membeli rumah tidak hanya gaji besar, namun juga strategi dan konsistensinya. Dengan perencanaan yang tepat, Anda bisa menabung secara terarah, menyiapkan uang muka, dan perlahan membangun kemampuan finansial.
Nah, bagi Anda yang sedang mengumpulkan budget untuk membeli rumah , simak cara menabung berikut ini agar hunian impian Anda segera terwujud!
1. Tentukan Target Rumah Sesuai Kondisi
Cara menabung untuk beli rumah yang pertama adalah menentukan target yang realistis. Target yang terlalu tinggi hanya akan membuat Anda merasa tertekan dan mudah menyerah. Sebaliknya, target yang sesuai kemampuan akan membuat Anda lebih semangat karena terasa mungkin dicapai. Dalam hal ini, terdapat dua aspek penting yang perlu ditentukan, yakni:
a. Lokasi Rumah
Lokasi sangat memengaruhi harga rumah. Hunian di pusat kota biasanya jauh lebih mahal dibanding di pinggir kota atau kawasan penyangga. Jika gaji Anda masih terbatas, pertimbangkan lokasi yang lebih terjangkau tetapi tetap memiliki akses transportasi yang baik.
b. Tipe dan Harga Rumah
Pastikan apakah Anda membutuhkan rumah tipe 36, tipe 45, atau rumah yang lebih besar. Ingat bahwa hunian merupakan kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Selanjutnya, lakukan riset harga rumah di area yang Anda incar. Dengan mengetahui kisaran harga, Anda bisa menghitung kebutuhan dana secara akurat.
2. Hitung Kebutuhan Anggaran
Selain menabung untuk uang muka, jangan sampai lupa bahwa membeli rumah juga memerlukan dana tambahan. Oleh karena itu, Anda perlu menghitung kebutuhan anggaran secara lengkap. Adapun beberapa perencanaan yang harus dipersiapkan antara lain:
a. Uang Muka (DP)
Umumnya DP rumah berkisar 10–30% dari harga rumah. Misalnya harga rumah Rp400 juta, maka DP minimal Rp40 juta (10%), tetapi akan lebih aman jika Anda menargetkan DP lebih besar agar cicilan lebih ringan.
b. Biaya KPR Bulanan
Selain DP, Anda harus menghitung kemampuan cicilan. Idealnya cicilan rumah maksimal 30% dari penghasilan bulanan. Jika gaji Anda Rp6 juta, maka cicilan aman sekitar Rp1,8 juta per bulan. Hal ini penting agar keuangan Anda tetap sehat.
c. Biaya Tambahan
Beberapa biaya tambahan yang perlu diperhitungkan antara lain:
- Biaya notaris dan balik nama.
- Pajak (BPHTB, PPh, dan lain-lain).
- Biaya administrasi bank (jika KPR).
- Biaya appraisal.
- Biaya asuransi.
- Biaya renovasi ringan dan isi rumah.
Baca juga: Gaji UMR Mau Beli Rumah, Realistis atau Tidak bagi Gen Z?
3. Tentukan Jangka Waktu Menabung yang Masuk Akal
Setelah Anda mengetahui berapa besaran dananya, langkah berikutnya adalah menentukan jangka waktu menabung. Makin cepat target yang ingin dicapai, makin besar tabungan per bulan yang harus Anda sisihkan.
Misalnya, Anda menargetkan DP Rp60 juta. Berikut estimasi menabungnya:
- Jika menabung 3 tahun (36 bulan): sekitar Rp1,67 juta per bulan
- Jika menabung 5 tahun (60 bulan): sekitar Rp1 juta per bulan
4. Gunakan Metode Menabung Sesuai Gaji
Menabung untuk membeli rumah akan sulit jika tidak ada sistem. Banyak orang berniat menabung tetapi gagal karena mengandalkan sisa uang di akhir bulan. Padahal, cara itu hampir selalu tidak berhasil. Berikut beberapa metode efektif yang bisa Anda terapkan:
a. Metode Bayar Dulu
Ketika Anda menerima gaji, langsung sisihkan tabungan rumah terlebih dahulu. Anggap tabungan rumah sebagai kewajiban, bukan pilihan. Cara ini akan membuat tabungan berjalan otomatis tanpa tergantung mood Anda.
b. Metode Pos Keuangan
Dengan metode pos keuangan, Anda akan lebih mudah mengontrol pengeluaran dan memastikan tabungan rumah tidak ikut terpakai. Berikut strategi pos keuangan yang bisa Anda gunakan:
- Kebutuhan pokok.
- Transportasi.
- Cicilan lain (jika ada).
- Tabungan rumah.
- Dana darurat.
- Hiburan.
c. Metode Autodebet
Jika Anda sering lupa atau tergoda menggunakan uang tabungan, buat sistem autodebet dari rekening gaji ke rekening tabungan rumah. Gunakan rekening yang tidak memiliki kartu ATM atau tidak terhubung ke e-wallet agar lebih aman.
5. Pisahkan Tabungan Rumah Dari Tabungan Biasa
Kesalahan yang sering dilakukan adalah mencampur semua tabungan dalam satu rekening. Akibatnya, uang tabungan rumah mudah terpakai untuk kebutuhan mendadak yang sebenarnya bisa ditangani dengan cara lain.
Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa membuat rekening khusus tabungan rumah dan hindari menggunakan rekening tersebut untuk transaksi harian. Selanjutnya, pilih jenis simpanan yang sulit dicairkan cepat, seperti deposito berjangka atau reksadana pasar uang.
Baca juga: Luas Rumah Tipe 36: Solusi Hunian Nyaman dan Fungsional
6. Menyesuaikan Gaya Hidup Secara Bertahap
Menabung untuk membeli rumah sering kali menuntut penyesuaian gaya hidup. Namun, penyesuaian ini tidak harus dilakukan secara drastis. Anda dapat memulainya dari kebiasaan kecil, seperti mengurangi frekuensi makan di luar, membatasi pengeluaran hiburan, atau menunda pembelian barang yang kurang mendesak.
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar dalam jangka panjang. Selain membantu mencapai target tabungan, kebiasaan hidup lebih terkontrol juga akan membentuk pola keuangan yang sehat hingga setelah Anda memiliki rumah sendiri.
7. Memanfaatkan Penghasilan Tambahan
Jika gaji bulanan terasa belum cukup untuk mengejar target tabungan, Anda bisa mencari penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan, seperti freelance atau usaha kecil yang sesuai dengan passion maupun skill Anda.
8. Siapkan Dana Darurat
Dana darurat adalah perlindungan utama agar tabungan rumah tidak terganggu. Tanpa dana darurat, anda akan mudah mengambil tabungan rumah saat ada sesuatu mendadak seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan keluarga.
Besaran dana darurat ini adalah cukup untuk 3–6 bulan biaya hidup. Namun, jika Anda sudah berkeluarga, idealnya cukup untuk 6–12 bulan biaya hidup. Dana darurat ini sebaiknya disimpan terpisah dari tabungan rumah, dan bisa dicairkan cepat saat dibutuhkan.
9. Menyelaraskan Impian Rumah dengan Kualitas Bangunan
Ketika impian membeli rumah makin dekat, perhatian Anda sebaiknya tidak hanya tertuju pada harga dan lokasi, tetapi juga pada kualitas bangunan. Rumah adalah aset jangka panjang yang akan ditempati selama bertahun-tahun, sehingga pemilihan material bangunan menjadi hal penting untuk diperhatikan.
Salah satu material yang sangat menentukan kualitas rumah adalah semen, karena semen menjadi fondasi bagi kekuatan struktur dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang. Terlebih di wilayah yang lembap atau sering hujan, rumah juga perlu perlindungan ekstra agar terhindar dari masalah seperti dinding yang mudah berjamur.
Dalam hal ini, penggunaan produk Semen Merah Putih Watershield dapat menjadi pilihan. Dengan teknologi water repellent, semen ini memberikan perlindungan ganda terhadap rembesan air dari luar, dari dalam, maupun dari tanah melalui air kapiler, serta membantu mengurangi kelembapan air pada bangunan.
Jika Anda ingin berkonsultasi terkait rumah impian beserta material yang digunakan, hubungi kami sekarang dan dapatkan solusi terbaik untuk hunian Anda!
Baca juga: 10+ Jenis Material Bangunan Rumah dan Tips Memilihnya



