konstruksi
27 April 2026
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

Ketahui Penggunaan Ukuran Amplas untuk Tembok dan Cara Pengamplasannya

ukuran amplas untuk tembok

Memiliki dinding rumah yang rata dan halus tentunya menjadi idaman setiap orang. Untuk mendapatkan tekstur permukaan dinding yang halus yaitu dengan melewati tahap pengamplasan. Tahap pengamplasan adalah proses menghaluskan permukaan tembok dengan alat amplas.

Tak jarang, tahap pengamplasan tembok ini sering kali dikerjakan secara sembarangan atau bahkan dilewatkan saat membangun rumah. Padahal, tahap inilah yang menentukan tekstur permukaan dinding, apakah tampak mulus atau justru terasa kasar dan bergelombang saat dicat.

Oleh karena itu, memahami jenis ukuran amplas untuk tembok beserta penggunaannya menjadi hal penting agar hasilnya rapi dan mulus, seperti yang diinginkan. Yuk, simak panduan dalam memilih ukuran amplas untuk dinding tembok serta pengaplikasiannya di artikel ini! 

Apa itu Amplas?

Amplas adalah sejenis kertas atau kain dengan permukaan kasar yang digunakan untuk menghaluskan permukaan benda. Cara kerja amplas yaitu mengikis permukaan secara bertahap hingga menghasilkan tingkat kerataan yang diinginkan.

Dalam konteks tembok, amplas digunakan untuk menghaluskan permukaan plester, acian, hingga membersihkan sisa cat lama sebelum dilapisi dengan cat baru. Umumnya jenis material amplas untuk tembok adalah Aluminium Oxide. Material ini memiliki permukaan yang lebih halus dibanding jenis amplas lainnya. 

Ukuran Amplas Untuk Tembok Berdasarkan Nomor Grid

Grid atau grit adalah satuan yang digunakan untuk menentukan tingkat kekasaran amplas. Semakin kecil angkanya, maka tekstur amplas semakin kasar. Sebaliknya, semakin besar angkanya, maka tekstur amplas semakin halus. 

Lalu, ukuran amplas untuk tembok berapa? Ukuran yang digunakan sangat beragam, tergantung kebutuhan yang diperlukan.  Berikut adalah pembagian ukuran amplas untuk tembok yang sering digunakan.

  • Grit Kasar (40-60): Digunakan untuk meratakan permukaan plesteran semen yang kasar dan menghilangkan lapisan cat lama. 
  • Grit Sedang (80-120): Digunakan untuk menghaluskan permukaan setelah pengamplasan kasar dan menghilangkan dempul.
  • Grit Halus (180-220): Cocok untuk menghilangkan goresan kecil pada permukaan tembok sebelum dilakukan pengecatan.
  • Grit Sangat Halus (240-400): Biasanya digunakan untuk proses finishing, seperti menghaluskan lapisan cat sebelum ditimpa lapisan cat berikutnya.

Baca juga: Perbedaan Acian dan Plesteran dan Tips Mengaplikasikannya

Tips Memilih Ukuran Amplas untuk Tembok Berdasarkan Kondisinya

Sebelum memulai tahap pengamplasan, Anda perlu menyesuaikan pilihan ukuran amplas untuk dinding tembok dengan kondisi permukaannya. Berikut tips memilih ukuran amplas yang wajib Anda perhatikan.

1. Tembok Baru dengan Plamir

Plamir adalah lapisan dasar berupa dempul putih yang diaplikasikan setelah tahap plester. Plamir ini berfungsi untuk memperhalus permukaan acian dan memperkuat daya rekat cat agar hasil pengecatan lebih maksimal.

Saat melakukan pengamplasan pada tembok plamir, gunakan amplas dengan grit halus (180-220) lalu dilanjutkan dengan grit sangat halus. Hindari menggunakan grit di bawah 100 karena bisa menimbulkan baret yang nantinya berpengaruh pada tekstur hasil pengecatan tembok.

2. Tembok Lama dengan Cat Mengelupas

Sebelum mengganti cat tembok yang rusak atau mengelupas, Anda perlu melakukan pengamplasan terlebih dulu. Mulailah dengan grit amplas yang kasar untuk merontokkan sisa cat lama. Setelah cat terkelupas, haluskan kembali dengan grit amplas sangat halus (240 ke atas) sebelum dilapisi plamir atau cat baru agar hasil permukaan tembok lebih rata dan cat menempel dengan sempurna.

3. Tembok dengan Kondisi Rusak

Kondisi tembok yang berlubang atau mengalami retak rambut tentu dapat mengganggu tampilan dinding rumah. Lakukan penambalan pada area tersebut dengan menggunakan campuran semen atau mortar (tergantung tingkat kerusakan). Setelah tambalan kering, ratakan bagian tersebut dengan amplas grit sedang. Pengamplasan perlu dilakukan agar area tambalan tidak terlihat menonjol atau “berpulau” saat nanti tembok sudah dicat.

Baca juga: Rekomendasi Pelapis Tembok Rembes dan Tips Pencegahannya

Cara Mengamplas Tembok yang Benar

Tahap pengamplasan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan karena akan berpengaruh pada hasil permukaan tembok. Berikut adalah tahapan pengamplasan yang benar.

1. Siapkan Alat untuk Mengamplas

Sebelum memulai mengamplas, siapkan beberapa peralatan seperti balok amplas, alat pelindung diri (topi, masker, kacamata), alas untuk menampung debu, serta lampu penerang. 

Penggunaan balok amplas ini bertujuan agar tekanan tangan merata ke seluruh permukaan. Anda juga wajib memakai alat pelindung diri seperti topi, masker, dan kacamata karena debu amplas sangat halus, sehingga sangat berbahaya apabila masuk mata atau terhirup.

2. Siapkan Area yang Akan Diamplas

Proses pengamplasan akan menghasilkan debu-debu halus. Oleh karena itu, Anda perlu menutup perabotan dengan plastik atau kain terlebih dulu. Pastikan juga area yang akan diamplas memiliki ventilasi yang cukup agar debu yang beterbangan tidak membuat pengap. 

3. Pilih Ukuran Amplas Sesuai Kebutuhan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ketika melakukan pengamplasan, Anda perlu memilih ukuran amplas untuk tembok sesuai dengan kondisi tembok. Pemilihan amplas yang salah dapat merusak tekstur dinding tembok.

4. Gunakan Teknik Pengamplasan yang Tepat

Teknik pengamplasan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Lakukan pengamplasan dengan gerakar memutar atau melingkar secara ringan. Jangan menggerakkan amplas secara horizontal atau vertikal karena dapat membuat dinding tembok tergores. 

Hindari memberikan tekanan yang terlalu kuat saat mengamplas. Anda juga perlu mengganti amplas jika dirasa tekstur amplas sudah menjadi halus. 

5. Gunakan Bantuan Mesin Pengamplas

Pada proyek pengamplasan tembok yang lebih besar, tentu akan sangat melelahkan jika hanya menggunakan balok amplas. Anda bisa menggunakan bantuan mesin pengamplas untuk menghemat waktu dan tenaga. Pastikan tekanan mesin tetap stabil dan merata tumpang tindih saat mengamplas agar hasilnya lebih maksimal.

6. Cek Kerataan Tembok dengan Cahaya

Gunakan lampu penerang berupa senter atau lampu kerja yang diarahkan sejajar dengan permukaan tembok. Dengan bayangan dari sorotan cahaya, Anda dapat mengetahui bagian mana yang permukaan temboknya tidak rata atau bergelombang, sehingga memudahkan Anda untuk memperbaikinya.

7. Bersihkan Sisa Debu Amplas pada Tembok

Setelah tahap pengamplasan selesai, jangan lupa bersihkan tembok sebelum dicat. Gunakan spons atau kain basah untuk menghilangkan sisa debu amplas. Permukaan tembok yang kotor akan mengurangi daya rekat cat. 

Itulah panduan dalam memilih ukuran amplas untuk tembok beserta cara mengamplasnya. Dengan pemilihan dan pengaplikasian yang tepat, tembok dinding rumah Anda akan memiliki permukaan yang halus dan rata.

Agar hasil pengamplasan semakin optimal, pastikan juga kondisi tembok dalam keadaan kokoh dengan menggunakan semen berkualitas, seperti Semen Merah Putih. Salah satu produk unggulannya adalah Semen Merah Putih Watershield, semen multiguna super premium yang memberikan triple protection terhadap rembesan air dari luar, dalam, dan tanah atau air kapiler.

Semen Merah Putih Watershield cocok digunakan untuk material plesteran dan acian, sehingga proses penghalusan dengan amplas dapat menghasilkan permukaan yang solid dan rata pada dinding.

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk Semen Merah Putih dan solusi terbaik sesuai kebutuhan proyek Anda!

Baca juga: Panduan Lengkap Proses Bangun Rumah dari Nol sampai Jadi

Bagikan
X

Artikel Terkait