ini, daerah perkotaan menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk tinggal dan mencari nafkah. Hal ini membuat wilayah urban semakin padat dari waktu ke waktu. Tingginya pertumbuhan penduduk ini memicu pembangunan masif, di mana lahan-lahan kosong dikorbankan untuk dialihfungsikan menjadi gedung perkantoran dan rumah tapak.
Akibatnya, ruang-ruang hijau semakin berkurang dan terkikis hingga habis, yang memicu berbagai masalah lingkungan seperti polusi udara dan peningkatan suhu udara secara signifikan. Untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem di perkotaan, diperlukan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Ruang terbuka hijau adalah area terbuka tempat tumbuhnya tanaman, baik yang tumbuh secara natural maupun yang sengaja ditanam. RTH dapat berupa hutan kota, taman kota, jalur hijau (greenways), atau taman atap (roof garden). Untuk memahami lebih lanjut tentang ruang terbuka hijau, simak penjelasan di bawah ini.
Apa Itu Ruang Terbuka Hijau?
Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area yang penggunaannya bersifat terbuka, tempat tumbuh berbagai jenis tanaman, baik yang tumbuh secara alami maupun yang sengaja ditanam.
Secara umum, RTH dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan kepemilikannya, yaitu RTH publik dan RTH privat. RTH publik adalah RTH yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah serta ditujukan untuk kepentingan masyarakat secara luas dan bebas. Misalnya, taman kota, hutan kota, dan jalur hijau di kawasan pinggir jalan.
Sementara itu, RTH privat dimiliki oleh instansi tertentu, swasta, atau perseorangan yang penggunaannya terbatas hanya untuk pemilik atau kelompok tertentu saja. RTH privat dapat berupa taman atap (roof garden), kebun di pekarangan rumah, taman di area kantor, atau area hijau di dalam kampus.
RTH yang ideal, terutama untuk RTH publik, sebaiknya memiliki kombinasi elemen lembut (softscape) dan elemen keras (hardscape). Softscape adalah elemen hidup seperti pepohonan, semak-semak, tanaman hias, dan penutup tanah (groundcover). Hardscape adalah elemen tidak hidup buatan manusia seperti jalan setapak, pagar, area duduk, dan penerangan.
Baca juga: Apa Itu Investasi Properti? Pahami Jenis hingga Risikonya
Manfaat Ruang Terbuka Hijau
Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), baik dalam bentuk publik maupun privat, memegang peranan yang sangat penting, terutama di kawasan urban yang padat penduduk serta daerah industri. Di tengah masifnya pembangunan, RTH bermanfaat sebagai balancing area atau kawasan penyeimbang tata ruang.
RTH merupakan upaya untuk menyeimbangkan ekosistem buatan manusia, seperti gedung perkantoran, pabrik, dan perumahan, dengan ekosistem alami yang hidup. Tanpa adanya RTH sebagai penyeimbang, kota akan menjadi lingkungan yang gersang dan tidak ramah bagi kesehatan manusia. Berikut beberapa manfaat ruang terbuka hijau:
1. Menyerap Polusi
Salah satu manfaat ruang terbuka hijau adalah sebagai paru-paru kota yang bekerja secara alami untuk menetralkan polusi udara. Pohon dan tanaman lain di dalam RTH mampu menyerap polusi udara, asap kendaraan, dan emisi lainnya, seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida, di daerah industri.
Melalui proses fotosintesis, tanaman mengolah polusi tersebut dan melepaskan oksigen kembali ke udara. Pasokan oksigen inilah yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh manusia untuk bernapas di tengah udara perkotaan yang tercemar dan mengandung polutan.
2. Menurunkan Risiko Banjir
RTH memegang peran vital dalam menurunkan risiko banjir, terutama di daerah perkotaan yang didominasi oleh permukaan keras seperti beton dan aspal yang menutupi jalan. Inilah mengapa idealnya RTH harus ada di setiap sudut kota, meskipun hanya berupa taman kecil.
Hal yang paling penting untuk dipastikan adalah bahwa RTH tersebut benar-benar memiliki area tanah terbuka sebagai area resapan air, bukan sekadar tanaman hias yang diletakkan di atas struktur beton. Dengan adanya area tanah, air hujan dapat meresap, alih-alih menggenang di permukaan dan menyebabkan banjir.
3. Menyeimbangkan Suhu Kota
Masifnya pembangunan di area perkotaan memicu fenomena Urban Heat Island (UHI), di mana suhu kota menjadi jauh lebih panas dibandingkan dengan area pedesaan. Penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Ilmu Lingkungan menghasilkan temuan bahwa RTH hadir sebagai penyeimbang alami yang mampu menurunkan suhu udara melalui proses transpirasi pada tumbuhan.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penting untuk mempertahankan keberadaan RTH di perkotaan. Pengurangan RTH dapat meningkatkan suhu udara dengan derajat yang lebih tinggi daripada efek penurunan suhu yang timbul ketika RTH ditambahkan.
Baca juga: 9 Tips Renovasi Rumah Lama dan Hal yang Perlu Diperhatikan
4. Meningkatkan Estetika Kota
Keberadaan RTH juga dapat meningkatkan estetika kota dengan membuatnya terlihat asri, sejuk, dan nyaman untuk dihuni alih-alih gersang dan sumpek. RTH mampu menyeimbangkan tampilan kota agar tidak hanya dipenuhi gedung dan jalanan. Bunga-bunga dan perdu yang ditanam juga dapat meningkatkan nilai estetika kota.
5. Sarana Edukasi
Terakhir, RTH juga dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat perkotaan. RTH mampu mengajarkan pentingnya pelestarian lingkungan, pengenalan keanekaragaman hayati, serta penerapan sustainable living.
Melalui kegiatan-kegiatan sederhana seperti menanam pohon, berkebun, merawat bunga, dan pengolahan kompos, masyarakat kota dapat membangun kebiasaan hidup berdampingan dengan alam yang sering kali hilang di tengah padatnya kehidupan perkotaan.
Demikian manfaat Ruang Terbuka HIjau (RTH) dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas hidup di area perkotaan. Untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih asri, Anda dapat memulainya dengan membuat RTH pribadi. Misalnya, dengan memanfaatkan area halaman, balkon, atau rooftop.
Untuk mewujudkan proyek RTH privat Anda, pilihlah material konstruksi berkualitas yang juga ramah lingkungan seperti Semen Merah Putih FLEXIPLUS. Semen ini memiliki formula ramah lingkungan yang memastikan pengurangan emisi karbon pada setiap tahapan produksinya, tanpa mengurangi kualitas, kekuatan, dan daya tahan semen.
Semen Merah Putih FLEXIPLUS adalah jenis semen hidraulik yang tepat untuk proyek yang memerlukan beton tahan tekanan tinggi, cocok untuk produk beton siap pakai, beton pracetak, serta produksi bata ringan atau Autoclaved Aerated Concrete (AAC).
Hubungi kami untuk mendapatkan solusi konstruksi terbaik. Kami siap memberikan layanan dan material terbaik untuk mendukung keberhasilan proyek Anda.
Baca juga: Ukuran Ruko Standar, Estimasi Biaya, dan Tips Membangunnya



