konstruksi
4 Maret 2026
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

8 Penyebab Lantai Keramik Meledak yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab lantai keramik meledak

Keramik yang dipasang tidak tepat bisa tiba-tiba terangkat dan pecah dengan suara keras seperti ledakan, membuat lantai terlihat rusak dan berpotensi membahayakan penghuni rumah. 

Lantai yang rawan pecah biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti terdengar kopong saat dipukul pelan. Bunyi tersebut menandakan ada bagian keramik yang tidak menempel dengan sempurna pada lapisan bahan bangunan di bawahnya.

Untuk mengetahui lebih lengkap penyebab lantai keramik meledak dan cara menghindarinya, baca selengkapnya di artikel ini!

Penyebab Lantai Keramik Meledak

Beberapa faktor bisa menjadi penyebab lantai keramik meledak. Mulai dari perubahan struktur bangunan hingga cara pemasangan yang kurang tepat, semua hal ini bisa membuat keramik rawan terangkat atau pecah. Berikut beberapa alasan kenapa lantai keramik bisa meledak:

1. Perubahan Struktur Bangunan

Perubahan pada struktur bangunan bisa menjadi penyebab masalah ini. Struktur seperti kolom, balok, dan rangka berfungsi menopang beban sehingga perlu dirancang dan dipasang dengan tepat. Itulah mengapa cara mengatasi keramik meledak umumnya diawali dengan identifikasi sumber masalahnya, yaitu struktur yang kurang stabil.

Jika perhitungannya kurang akurat atau pengerjaannya tidak presisi, beton bisa retak dan bagian struktur dapat melendut atau turun. Kondisi ini dapat memengaruhi kekuatan serta kestabilan bangunan, sekaligus meningkatkan risiko keramik terangkat atau pecah.

2. Pemasangan Kurang Sempurna

Pemilik rumah sebaiknya ikut mengawasi saat keramik lantai dipasang oleh tukang. Ini karena pemasangan yang kurang tepat bisa membuat keramik terangkat atau pecah secara tiba-tiba.

Salah satu penyebabnya adalah pada proses acian, tepatnya saat semen diratakan sebagai alas keramik. Jika lapisan semen tidak cukup padat dan tidak menempel dengan baik, keramik jadi tidak merekat sempurna. Akibatnya, keramik bisa terdorong naik atau bahkan retak dan pecah di kemudian hari.

3. Fondasi Turun

Lantai keramik bisa terangkat atau pecah karena ada pergerakan pada struktur bangunan, misalnya bangunan sedikit turun atau bergeser. Selain itu, keramik dan lapisan semen di bawahnya bisa memuai dengan cara yang berbeda saat suhu berubah. Perbedaan pemuaian ini dapat menekan keramik hingga akhirnya terangkat atau retak.

Oleh karena itu, keramik sebaiknya dipasang saat kondisi bangunan sudah stabil dan tidak lagi mengalami banyak pergerakan. Tukang juga perlu merendam keramik sebelum dipasang, sesuai waktu yang dianjurkan. Proses perendaman ini penting dilakukan agar keramik tidak terlalu cepat menyerap air dari semen sehingga daya rekatnya lebih kuat dan risiko keramik terangkat bisa berkurang.

Baca juga: Konsep Rumah Tumbuh: Solusi Bangun Rumah Secara Bertahap

4. Perubahan Temperatur

Salah satu penyebab lain lantai keramik bisa terangkat atau pecah adalah perubahan temperatur. Hal ini sering terjadi pada keramik yang dipasang di teras rumah karena terkena panas matahari dan hujan secara langsung. Bisa juga terjadi di dalam gedung yang menggunakan AC, karena suhu tiap ruangan atau lantai bisa berbeda.

Campuran semen dan pasir di bawah keramik sifatnya keras dan tidak lentur. Jadi, saat suhu berubah, lapisan tersebut tidak bisa ikut menyesuaikan. Akibatnya, muncul tekanan pada keramik hingga akhirnya terangkat atau retak.

5. Jarak Nat Terlalu Rapat

Keramik lantai juga bisa terangkat atau pecah karena jarak natnya terlalu sempit. Nat adalah celah kecil di antara keramik. Memang, nat yang sangat rapat terlihat lebih rapi. Namun, kondisi ini justru bisa menimbulkan masalah.

Saat suhu berubah, keramik bisa sedikit memuai atau mengembang. Jika jaraknya terlalu sempit, keramik tidak punya ruang untuk bergerak. Akibatnya, keramik saling menekan satu sama lain hingga akhirnya terangkat atau terlepas. Oleh karena itu, pemasangan keramik perlu memberi jarak nat yang cukup, biasanya sekitar 1–3 mm, agar ada ruang saat keramik memuai.

6. Penyusutan Adukan Semen dan Pasir

Penyusutan adukan semen dan pasir bisa menjadi salah satu penyebab keramik lantai terangkat atau pecah.

Adukan adalah campuran semen, pasir, dan air yang digunakan sebagai alas keramik. Campuran ini harus dibuat dengan takaran yang tepat. Jika terlalu banyak air atau perbandingannya tidak sesuai, adukan bisa menyusut saat mengering.

Ketika adukan menyusut, lapisan di bawah keramik ikut mengerut. Hal tersebut dapat menimbulkan tekanan pada keramik hingga akhirnya terangkat, retak, atau bahkan pecah.

Baca juga: Takaran Obat Pengeras Beton: Cara Hitung dan Menggunakannya

7. Beban Berat yang Melebihi Kapasitas

Meletakkan furnitur yang sangat berat, seperti lemari besi atau piano, di atas lantai keramik dalam waktu lama bisa memberi beban yang besar pada lantai.

Jika pemasangan keramik di bawahnya kurang kuat atau tidak rapi, tekanan berat tersebut bisa membuat keramik retak atau terangkat. Beban yang terus-menerus menekan di satu titik dapat memperbesar risiko kerusakan.

8. Proses Perendaman Keramik yang Kurang Tepat

Keramik lama biasanya perlu direndam sebelum dipasang agar tidak menyerap air dari semen terlalu cepat. Jika tidak direndam, semen bisa cepat kering dan daya rekatnya jadi kurang kuat.

Namun, keramik modern seperti granite tile tidak perlu direndam karena pori-porinya sangat kecil dan tidak banyak menyerap air. 

Itulah beberapa penyebab lantai keramik meledak, mulai dari perubahan struktur bangunan hingga proses perendaman yang tidak tepat. Dengan memahami berbagai faktor tersebut, Anda bisa lebih teliti saat proses pemasangan berlangsung. Pastikan perhitungan struktur sudah matang, campuran adukan dibuat dengan takaran yang benar, jarak nat tidak terlalu rapat, serta teknik pemasangan dilakukan sesuai prosedur.

Agar lantai keramik tetap kuat dan tidak mudah terangkat, penting juga menggunakan bahan bangunan yang berkualitas. Salah satu pilihan yang bisa Anda pertimbangkan adalah Semen Merah Putih Watershield dari Semen Merah Putih. Semen multiguna premium ini cocok untuk pasangan, plesteran, hingga acian sebagai alas keramik.

Teknologi water repellent di dalamnya membantu melindungi dari rembesan air, sehingga adukan lebih tahan terhadap kelembapan dan tidak mudah rusak. Dengan material yang tepat dan pemasangan yang benar, lantai keramik bisa lebih awet, rapi, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang. 

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan konsultasikan kebutuhan material bangunan sesuai proyek Anda!

Baca juga: Dinding Struktural: Definisi, Fungsi, dan Jenisnya

Bagikan
X

Artikel Terkait