Pembuatan bekisting kolom yang praktis dan presisi menentukan kekuatan tiang pengikat dinding. Bekisting kolom praktis sendiri merupakan cetakan sementara dari kayu, papan, atau besi yang digunakan untuk membentuk adukan beton saat membuat tiang pengikat dinding.
Kolom beton bertulang ini dipasang di tengah dinding setiap 3–4 meter untuk membantu memperkuat dan mengikat dinding. Cetakan sementara ini berfungsi untuk membentuk beton sesuai ukuran rencana, menjaga kerapian struktur, dan memastikan hasilnya menyatu dengan dinding tanpa mengganggu estetika.
Meskipun bersifat sementara, kesalahan kecil saat merakit cetakan dapat membuat bentuk kolom tidak sesuai rencana atau permukaan beton mengalami cacat. Sebelum mulai mencetak beton, simak langkah-langkah pembuatannya berikut ini agar hasil konstruksi Anda aman dan kokoh!
Cara Membuat Bekisting Kolom Praktis yang Kuat
Hasil pengerjaan struktur yang rapi berawal dari teknik perakitan cetakan yang akurat. Berikut adalah tahapan pembuatan bekisting kolom yang perlu Anda ketahui:
1. Menentukan Ukuran Bekisting
Tahap pertama dalam membuat bekisting kolom praktis adalah menetapkan ukuran sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Ukuran ini akan menentukan dimensi kolom beton yang dihasilkan. Oleh karena itu, sesuaikan pengukuran dengan ketebalan dinding dan desain struktur bangunan agar hasilnya tepat.
2. Memotong Tripleks atau Kayu Sesuai Ukuran
Setelah ukuran ditetapkan, siapkan tripleks atau kayu sebagai bahan cetakan, lalu potong sesuai dimensi yang telah direncanakan. Pastikan setiap potongan memiliki ukuran yang tepat agar bekisting dapat dirakit dengan baik dan menghasilkan bentuk kolom sesuai dengan desain.
3. Mengukur dan Merakit Kerangka Bekisting
Apabila material telah dipotong, ukur ulang secara presisi untuk merangkai rangka penyokong cetakan. Rangka ini dipasang untuk memperkuat posisi tripleks agar tidak melengkung atau bergeser saat menahan tekanan beton basah, sehingga adonan beton dapat terdistribusi rata dan bentuk kolom tetap stabil.
4. Membentuk Kerangka Menjadi Empat Sisi
Bentuk kerangka cetakan menjadi rakitan empat sisi tertutup untuk menyelimuti posisi kolom. Jika menggunakan material tripleks, pembentukan ini membuat struktur bekisting lebih fleksibel saat dipasang, lebih presisi dalam menahan adukan beton, serta mempermudah proses pembongkaran cetakan setelah beton benar-benar mengeras.
5. Memasang Kicker pada Bekisting
Agar dudukan cetakan tidak miring saat beton dicor, pasang sepatu kolom (kicker) pada bagian bawahnya terlebih dahulu. Komponen pendukung ini menempatkan bekisting di atas dasar kolom dengan tepat sehingga cetakan tetap stabil saat menahan tekanan beton.
6. Menambahkan Skor pada Bekisting
Setelah bekisting terpasang, tambahkan skor dari kayu atau besi pada bagian sisinya sesuai kebutuhan. Material ini berfungsi sebagai penyangga tambahan untuk menjaga kestabilan bekisting serta membantu menahan tekanan beton selama proses pengecoran.
7. Menuangkan Beton untuk Membentuk Kolom
Setelah beton dituangkan hingga memenuhi cetakan, pastikan adonan tersebar merata agar tidak menyisakan rongga udara. Biarkan beton mengeras selama waktu yang dibutuhkan sebelum bekisting dibongkar dengan hati-hati. Langkah ini membantu menghasilkan kolom yang kokoh dan sesuai dengan desain konstruksi.
Baca juga: Bekisting Sloof: Cara Hitung, Kelebihan, dan Cara Buat
Tips Perawatan Bekisting
Perawatan bekisting perlu dilakukan secara rutin agar kondisinya tetap baik dan dapat digunakan sesuai kebutuhan. Berikut beberapa tips untuk menjaga kualitas bekisting dan mendukung hasil pengecoran yang optimal:
1. Memilih Material Bekisting yang Berkualitas
Penggunaan bahan berstandar tinggi, seperti kayu pilihan atau tripleks tebal, menjadi syarat utama agar cetakan tidak mudah rusak. Daya tahan material terhadap tekanan adonan beton basah akan menjaga bentuk cetakan tetap stabil, sehingga risiko perubahan bentuk atau penyok saat pengecoran dapat dihindari sejak awal.
2. Mengaplikasikan Pelumas pada Bekisting
Melapisi permukaan dalam cetakan dengan mould release agent atau minyak pelumas khusus secara merata sangat disarankan sebelum beton dituangkan.
Lapisan ini mencegah adonan beton menempel kuat pada papan. Dengan begitu, proses pembongkaran cetakan setelah beton mengeras menjadi lebih mudah dan material bekisting dapat digunakan kembali tanpa merusak tekstur permukaan kolom.
3. Menangani Bekisting dengan Hati-hati
Memasang dan membongkar cetakan perlu dilakukan secara perlahan untuk mencegah kerusakan fisik pada material. Hindari penggunaan alat bantu bertekanan berlebih yang berisiko membuat kayu retak atau berlubang.
Selain itu, terapkan teknik pengangkatan dan pemindahan yang tepat agar posisi bekisting tidak melengkung atau mengalami cacat struktur.
4. Melakukan Perawatan secara Berkala
Pembersihan sisa-sisa adonan beton dan pemeriksaan kondisi material wajib dilakukan setiap kali cetakan selesai digunakan. Jika ditemukan bagian kayu yang retak, aus, atau rusak, segera lakukan perbaikan atau penggantian komponen agar kekuatan struktur cetakan tetap terjaga saat digunakan kembali pada proyek berikutnya.
Baca juga: 10 Teknik Pengecoran Sloof yang Efektif agar Hasilnya Kokoh
Kapan Bekisting Bisa Dibuka?
Waktu pembongkaran bekisting perlu disesuaikan dengan jenis elemen struktur dan kekuatan beton. Jika dilepas terlalu cepat, beton berisiko mengalami keretakan atau perubahan bentuk. Berikut perkiraan waktu pelepasan bekisting berdasarkan bagian bangunan yang dikerjakan:
1. Bekisting Dinding dan Kolom Praktis
Bekisting pada dinding penyekat atau kolom praktis nonstruktural umumnya dapat dilepas setelah 24 jam. Namun, proses pembongkarannya tetap perlu dilakukan secara perlahan agar bagian sudut beton yang belum cukup kuat tidak rusak atau pecah akibat benturan alat.
2. Cetakan Samping Balok dan Kolom Utama
Bekisting yang menutupi sisi kanan dan kiri balok atau kolom utama umumnya dapat dilepas setelah sekitar 3 hari karena tidak lagi berfungsi menopang beban vertikal, seperti pada bagian bawah balok. Meski begitu, pastikan beton sudah cukup mengeras dan kelembapannya tetap terjaga agar bentuknya tidak rusak saat cetakan dibuka.
3. Pembongkaran Bekisting Plat Lantai
Berbeda dari sisi balok, bekisting plat lantai perlu dipertahankan lebih lama karena berhubungan dengan kemampuan beton menopang beban. Waktu pembongkarannya berkisar 7–14 hari, bergantung pada perkembangan kekuatan beton.
Sebelum penyangga dilepas, pastikan beton telah mencapai lebih dari 70% dari kuat tekan yang direncanakan.
4. Bekisting untuk Balok dan Plat Bentang Lebar
Pada balok dan plat dengan bentang panjang, risiko lendutan perlu diperhatikan karena jarak antartumpuannya lebih lebar. Oleh sebab itu, pembongkaran bekisting biasanya menunggu sekitar 14–21 hari.
Jika ingin dilakukan lebih awal, hasil uji kuat tekan beton di laboratorium harus menunjukkan bahwa kekuatannya telah mencapai 70–80% dari nilai yang direncanakan.
5. Pelepasan Penyangga di Bawah Balok dan Plat
Tiang penyangga di bawah balok dan plat lantai berperan penting dalam menjaga kestabilan beton selama proses pengerasan. Oleh karena itu, penyangga umumnya baru dilepas setelah 21–28 hari.
Namun, lama pengerasan saja tidak cukup menjadi patokan. Pastikan kekuatan beton telah memenuhi persyaratan berdasarkan hasil uji tekan sampel berbentuk kubus atau silinder sebelum seluruh penyangga dibongkar.
Pada proyek konstruksi, penyangga balok atau plat lantai terkadang dilepas terlalu cepat hanya karena permukaan beton sudah terasa keras, meski usianya baru 3–4 hari. Proses pengerasan di bagian dalam beton sebenarnya masih berlangsung.
Jika penyangga dibongkar sebelum kekuatan beton mencapai minimal 70% dari nilai rencana, struktur berisiko mengalami lendutan permanen dan retak. Seiring bertambahnya beban bangunan, kerusakan tersebut dapat semakin parah hingga memicu keruntuhan.
Selain memperhatikan waktu pembongkaran bekisting, kualitas beton juga perlu diperhatikan agar kolom praktis tetap kokoh dan tahan lama. Oleh karena itu, pemilihan material beton yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi penting untuk mendukung hasil pengecoran yang optimal.
Untuk kebutuhan tersebut, Anda bisa mengandalkan Beton Merah Putih, salah satu anak usaha Semen Merah Putih yang menyediakan produk beton inovatif untuk berbagai pekerjaan konstruksi.
Salah satu produk unggulannya adalah Beton Ready Mix, yaitu beton siap pakai yang tersedia dalam beragam pilihan mutu sesuai kebutuhan proyek, mulai dari pembangunan rumah, gedung komersial, hingga infrastruktur seperti jalan raya. Selain itu, tersedia pula Beton Precast dan agregat untuk mendukung berbagai kebutuhan konstruksi.
Jadi, pastikan proyek konstruksi Anda didukung oleh material yang tepat sejak awal. Yuk, hubungi kami sekarang untuk berkonsultasi dan mendapatkan solusi beton terbaik demi mewujudkan bangunan yang kokoh dan aman!
Baca juga: Ketahui Jarak Kolom Praktis yang Ideal agar Bangunan Kokoh



