konstruksi
4 Oktober 2026
Ditulis Oleh Semen Merah Putih

Apa Perbedaan Granit dan Keramik? Simak Tips Memilihnya!

Perbedaan Granit dan Keramik

Memilih pelapis lantai yang tepat sering kali membingungkan saat membangun atau merenovasi rumah lama. Meski sekilas tampak serupa dan sama-sama menawarkan estetika serta beragam motif menarik, terdapat perbedaan granit dan keramik yang cukup signifikan dari segi karakteristik, daya tahan, dan efisiensi biaya.

Oleh karena itu, memahami perbedaan kedua material ini sangat penting agar Anda tidak salah pilih. Yuk, simak ulasan lengkap beserta tips memilihnya di bawah ini sebelum Anda menentukan material terbaik untuk hunian!

Perbedaan Granit dan Keramik

Baik granit maupun keramik memang menjadi dua pilihan pelapis lantai paling populer karena dapat membuat tampilan rumah semakin estetik. Namun, banyak yang mengira perbedaan keduanya hanya terletak pada harga. 

Padahal, ada banyak perbedaan mendasar yang perlu Anda ketahui.  Agar bisa memilih yang tepat, simak perbedaan granit dan keramik berikut:

1. Material Dasar

Kedua material ini dapat dibedakan berdasarkan bahan penyusun dan proses pembuatannya. Keramik diolah dari tanah liat atau silikat yang dicampur dengan lempung bola, kaolin, feldspar, kuarsa, serta air, lalu dibakar pada suhu sekitar 1.000°C dan diberi lapisan pengkilap (glaze) di atasnya.

Sementara itu, granit yang dalam hal ini merujuk pada tipe homogeneous tile, dibuat dari kombinasi mineral seperti tanah liat, kaolin, feldspar, dan pasir silika. 

Seluruh bahan tersebut dipres dengan tekanan sangat tinggi dan dibakar pada suhu ekstrem di atas 1.200°C, sehingga menghasilkan lembaran yang rapat, seragam dari atas ke bawah, serta memiliki tampilan unik.

2. Tampilan

Secara tampilan, keramik biasanya berukuran standar 20x20 cm atau 30x30 cm dengan motif beragam, tetapi permukaannya sedikit bergelombang akibat penyebaran glaze yang tidak merata. Warnanya juga cenderung lebih redup dengan daya serap air mencapai 7%.

Sebaliknya, granit umumnya hadir dalam ukuran yang lebih besar, seperti 40x40 cm atau 60x60 cm, dengan motif alami. Berkat teknik pressing, permukaannya jauh lebih rata, halus, dan presisi. Warnanya pun lebih cerah dengan tingkat penyerapan air yang sangat minim, yakni hanya 0,05%.

3. Proses Pembuatan 

Proses pembuatan kedua material ini juga sangat berbeda. Keramik dibuat dari cetakan tanah liat atau silikat yang dibakar pada suhu sekitar 1.000°C lalu diberi lapisan glaze agar mengilap, sehingga sifatnya cenderung lebih kaku dan rapuh.

Sementara itu, granit tile berasal dari campuran tanah liat dan mineral pilihan yang diolah melalui tahap pressing, pemotongan, dan pembakaran pada suhu ekstrem hingga 1.230°C. Proses inilah yang menghasilkan lembaran yang presisi, sangat kuat, tahan benturan, dan awet. Keunggulan proses dan kualitas inilah yang membuat harga granit lebih tinggi daripada keramik.

Baca juga: Panduan Cara Menghitung Kebutuhan Keramik Lantai agar Hemat Material

4. Penggunaan

Tidak hanya sifat fisik dan cara pembuatannya, area penggunaan kedua lantai ini juga berbeda. Karena ketahanannya yang tinggi terhadap perubahan cuaca ekstrem, granit sangat unggul dan ideal untuk dipasang di area luar ruangan, seperti teras atau area outdoor.

Di sisi lain, keramik, termasuk jenis porselen, sebenarnya juga bisa digunakan untuk penggunaan outdoor. Hanya saja, Anda perlu siap memberikan perawatan ekstra, tergantung pada iklim dan kondisi lingkungan di sekitar rumah.

5. Cara Perawatan

Dalam hal perawatan, keramik jauh lebih praktis dan efisien. Permukaannya dapat dibersihkan dengan mudah saat terkena noda, kotoran, atau tumpahan cairan tanpa memerlukan perawatan khusus, sehingga biaya perawatannya cenderung lebih hemat.

Sebaliknya, lantai granit memerlukan perawatan ekstra agar kualitas dan tampilannya tetap terjaga. Noda pada granit lebih sulit dibersihkan, sehingga Anda perlu melakukan beberapa langkah perawatan khusus, seperti menjaga kelembapan ruangan, memasang pelindung pada kaki furnitur, serta melakukan pemolesan secara berkala.

6. Proses Pemasangan

Dari sisi pengerjaannya, proses pemasangan keramik terbilang lebih simpel dan ekonomis. Bobotnya yang ringan membuat material ini mudah diolah, dipotong, serta dapat dipasang oleh tukang pada umumnya, sehingga ongkos pengiriman maupun pemasangannya jauh lebih hemat.

Sebaliknya, pemasangan granit relatif lebih rumit dan membutuhkan ketelitian ekstra. Karakternya sangat menuntut keahlian khusus serta alat potong khusus. Selain itu, bobot granit yang berat juga berdampak pada kenaikan biaya pengiriman dan tarif pengerjaan.

7. Harga

Aspek biaya menjadi pembeda paling menonjol antara kedua material ini. Jika anggaran Anda terbatas, keramik merupakan pilihan ideal karena harganya sangat terjangkau. Untuk ukuran standar 30x30 cm, harganya biasanya berkisar Rp50 ribuan.

Sementara itu, nominal yang cenderung tinggi memang sering menjadi pertimbangan utama sebelum membeli granit. Untuk dimensi 60x60 cm, patokan harganya berkisar dari Rp200 ribuan, tergantung variasi jenis dan motifnya. 

Meskipun begitu, patokan harga tersebut sebanding dengan kualitas granit yang ditawarkan, seperti kekuatan, ketahanan pemakaian, serta kesan mewah yang ditampilkannya di hunian.

Baca juga: Apa itu Screed Lantai? Ini Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

8. Daya Serap

Perbedaan tingkat penyerapan air pada kedua material ini dipengaruhi oleh ukuran pori-pori. Keramik memiliki pori-pori yang relatif lebih besar dengan daya serap air lebih dari 0,5%, bahkan mencapai lebih dari 3%. Oleh karena itu, keramik wajib direndam dalam air terlebih dahulu sebelum dipasang agar tidak mudah terangkat atau pecah saat pemasangan.

Di sisi lain, granit memiliki pori-pori yang sangat rapat sehingga daya serap airnya cukup rendah, yaitu kurang dari 0,5%. Alhasil, granit dapat langsung dipasang tanpa perlu direndam terlebih dahulu. Tingginya ketahanan terhadap air ini juga membuat granit lebih tahan terhadap noda dan tidak mudah lembap.

9. Window Frame

Window frame adalah garis tepi putih yang muncul di sekeliling keramik akibat proses produksinya yang tidak akan Anda temui pada granit. Selain itu, tepi keramik agak membulat (unrectified), sehingga memerlukan nat yang cukup lebar (2–4 mm).

Berbeda dengan keramik, granit melalui proses pemotongan ulang (cutting) yang menghasilkan ukuran presisi dan sudut siku tajam. Hal ini membuat granit dapat dipasang dengan nat sangat tipis (1–2 mm), memberikan tampilan lantai yang menyatu dan terlihat lebih mewah.

Granit dan Keramik, Pilih yang Mana?

Memilih pelapis lantai yang tepat memang tidak boleh asal-asalan. Agar tidak salah pilih, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menemukan material terbaik bagi rumah Anda:

  • Perhatikan motif dan warna: Pilih warna netral, seperti krem, putih, abu-abu, cokelat, atau hitam yang selaras dengan tema serta ukuran ruangan Anda.
  • Sesuaikan ukuran lantai: Gunakan ukuran yang lebih besar agar ruangan terasa lebih lapang. Sebaliknya, manfaatkan ukuran kecil untuk area teras, area outdoor, dan kamar mandi.
  • Sesuaikan dengan desain hunian: Pilih granit bermotif batuan untuk kesan modern dan elegan, atau keramik custom jika ingin tampilan yang lebih unik.
  • Pertimbangkan luas ruangan: Perhitungkan ukuran ruang Anda agar tidak terkesan semakin sempit, lalu hindari penggunaan motif yang ramai pada ruangan mungil.
  • Pertimbangkan fungsi ruangan: Keramik cocok untuk area yang rutin terkena air, seperti kamar mandi dan dapur, sedangkan granit lebih pas untuk menghiasi ruang tamu dan ruang keluarga.

Memilih lantai yang tepat tentu penting untuk menciptakan hunian yang estetik dan nyaman. Namun, keindahan dan ketahanan lantai tidak hanya ditentukan oleh jenis materialnya, melainkan juga oleh kualitas bahan bangunan pendukung yang Anda gunakan.

Agar hunian berdiri kokoh dan bebas dari masalah kelembapan, pastikan Anda menggunakan Semen Merah Putih Watershield. Produk semen multiguna super premium ini menawarkan performa yang jauh lebih baik daripada semen biasa. 

Dilengkapi dengan inovasi teknologi water repellent, semen ini memberikan perlindungan ekstra (triple protection) dari rembesan air, baik yang berasal dari luar, dalam, maupun dari tanah. Hasilnya, bangunan menjadi lebih kuat, lebih tahan lama, dan lebih hemat biaya perawatan. 

Semen ini sangat serbaguna untuk berbagai kebutuhan konstruksi Anda, mulai dari fondasi, dak beton, cor-coran, pasangan bata, hingga pekerjaan plesteran dan acian.

Ingin hasil konstruksi terbaik untuk hunian impian Anda? Yuk, langsung hubungi kami sekarang! Kami siap mendampingi dan menyediakan solusi material serta layanan unggulan untuk mewujudkan proyek impian Anda.

Baca juga: Panduan Lengkap Proses Bangun Rumah dari Nol sampai Jadi

Bagikan
X

Artikel Terkait