Beranda / Berita / Artikel / Bata lempung sebagai bahan bangunan dinding alternatif
Senin, Juli 31 2017

Bata Lempung Sebagai Bahan Bangunan Dinding Alternatif



Sebagai salah satu bagian bangunan yang paling krusial, bahan bangunan yang digunakan untuk konstruksi dinding, seperti semen dan batu bata, perlu diperhatikan dengan baik. Kekuatan dan ketahanan dinding bergantung pada semen yang digunakan, karena semen dapat membantu menjaga bata tetap pada tempatnya dan mengurangi risiko kerusakan pada struktur dinding. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan semen berkualitas premium, seperti Semen Merah Putih. Terdapat banyak jenis batuan yang dapat digunakan untuk konstruksi dinding, seperti batu bata merah, batu batako, dan juga batu bata lempung. Batu lempung adalah bahan bangunan alternatif yang seringkali digunakan sebagai pengganti batu bata merah atau batu batako. Meskipun jenis bata ini memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri, namun bata ini patut diperhitungkan saat konstruksi dinding rumah. Lantas, apakah batu bata lempung itu?

Bata lempung adalah bahan bangunan yang terbuat dari tanah lempung dengan kandungan 50-60% clay dan memiliki bentuk berupa blok yang mirip bata merah, namun tidak melewati proses pembakaran saat pembuatannya. Bata lempung hanya dicetak, dipadatkan, dan dikeringkan secara alami. Proses pencetakan memungkinkan bata lempung diproduksi dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Selain itu, bahan dasar untuk bata lempung juga lebih mudah ditemukan dibandingkan dengan bata merah. Bata lempung juga memiliki kuat tekan yang dapat diatur. Kuat tekan tersebut tergantung pada kandungan bahan dasar, komposisi bahan tambahan, dan densitas bata, sehingga kuat tekan bata jenis ini dapat disesuaikan dengan tujuan penggunaannya.

Pada proses pembuatan bata merah, seringkali terjadi kasus kerusakan pada batu atau bata yang tidak matang ketika dibakar. Hal ini membuat batu bata banyak terbuang sia-sia. Namun lain halnya dengan bata lempung. Jenis bata ini memiliki tingkat risiko kerusakan yang sangat kecil karena pembuatannya dilakukan dengan cara dicetak dan dipadatkan.

Bata merah dan batu batako cenderung memiliki permukaan yang kasar dan tidak rata. Sedangkan batu lempung memiliki permukaan yang cukup halus. Hal ini membuat susunan batu lempung tidak memerlukan plester tambahan. Selain itu, warna yang dihasilkan bata lempung juga menarik dan terlihat alami, sehingga bata jenis ini cocok digunakan untuk tampilan dinding ekspos. Warna batu yang alami juga membuat tampilan bata lempung lebih cocok digunakan pada bangunan dengan berbagai rancangan arsitektur, baik yang sederhana maupun rumit.

Meskipun bata lempung lebih mudah diproduksi dan biaya pembuatannya lebih murah dibandingkan bata merah, bata lempung dapat diaplikasikan pada bangunan dengan konsep yang mewah dan elegan. Untuk menghasilkan kesan elegan, Anda dapat mengkombinasikan dinding bata lempung dengan furnitur dan pencahayaan yang tepat.

Selain beberapa keunggulan di atas, bata lempung juga memiliki beberapa kekurangan. Bata lempung dapat mengalami kerusakan jika terekspos air yang terlalu banyak, jamur, lumut, dan air garam. Untuk meminimalisir risiko kerusakan bata lempung, Anda dapat menggunakan bantuan bahan kimia sebagai pelindung, atau dengan mengatur penempatan bata lempung agar tidak terekspos air, jamur, dan lumut.

Share this page
 
TERBARU DARI KAMI
HUBUNGI KAMI
Gama Tower Lt. 43
Jl. HR. Rasuna Said Kav.C-22,
Jakarta Selatan, Indonesia
Telepon: +62 21 2188 9999
Fax: +62 21 2188 9991
 
phone logo
 
Layanan Bebas Pulsa
0800-1-12-1111
   
Copyright © 2016 PT Cemindo Gemilang. All Rights Reserved.