Beranda / Berita / Artikel / 3 aplikasi bahan bangunan daur ulang untuk konstruksi
Senin, Mei 15 2017

3 Aplikasi Bahan Bangunan Daur Ulang untuk Konstruksi



Daur ulang adalah proses mengubah barang bekas menjadi barang yang berguna. Proses ini dilakukan untuk mengurangi polusi, mengurangi penggunaan energi, dan meminimalisir emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh proses pembuatan barang baru, serta menghemat biaya. Dengan cara pengolahan yang tepat, kreasi daur ulang akan menghasilkan penampilan yang tak kalah cantik dan kualitas yang tak kalah dari barang baru. Pada umumnya, barang-barang bekas di daur ulang menjadi hiasan, aksesoris, barang dekorasi, atau pakaian. Namun ternyata, bahan bangunan juga dapat dihasilkan dari proses daur ulang barang bekas. Saat ini, sudah semakin banyak orang yang memilih menggunakan bahan bangunan daur ulang untuk konstruksi. Berikut adalah beberapa contoh hasil bahan bangunan yang didaur ulang dari barang bekas:

  1. Batu Bata dari Limbah Kertas

Ide daur ulang limbah kertas menjadi batu bata ini datang dari dua orang ilmuwan asal India ketika mereka sedang mencari alternatif bahan bangunan yang murah dan mudah didapat sebagai solusi atas salah satu masalah terbesar yang dihadapi masyarakat India dalam membangun rumah, yaitu tingginya harga bahan bangunan. Batu bata daur ulang ini merupakan hasil pencampuran limbah kertas dan semen. Kedua bahan tersebut dicampurkan dengan perbandingan 9 bagian limbah kertas berbading 1 bagian semen. Hasil campuran tersebut kemudian dicetak dan dijemur sampai mengeras. Campuran yang telah mengeras dengan sempurna kemudian dapat digunakan sebagai pengganti bata pada konstruksi bangunan. Selain lebih ekonomis, bata daur ulang ini juga lebih tahan air dibandingkan bata biasa. Batu bata daur ulang ini sudah mulai digunakan untuk pembangunan rumah di Afrika Selatan dan India, namun belum terlalu banyak digunakan karena penemuan ini masih terus menerus disempurnakan.

  1. Dinding dari Botol Bekas

Botol bekas pakai adalah barang bekas yang cukup mudah didapat, namun belum banyak orang yang mengetahui bahwa botol bekas memiliki banyak kegunaan, salah satunya sebagai bahan bangunan. Dinding dari botol bekas sebenarnya sudah sering digunakan sejak dulu. Untuk membuat bangunan dengan dinding botol bekas, pertama-tama botol harus diisi dengan pasir dan disusun dengan rapi, lalu direkatkan satu sama lain dengan menggunakan campuran semen. Bangunan yang dibuat dari botol bekas ini dapat menghemat penggunaan bahan bangunan dan mengurangi limbah botol. Selain itu, bangunan ini juga tergolong kuat dan tahan lama.

  1. Batu Bata dari Limbah Plastik

Selain limbah kertas, limbah plastik juga dapat diolah menjadi batu bata daur ulang. Ide membuat bata daur ulang dari limbah plastik merupakan gagasan Peter Lewis, seorang warga negara Selandia Baru. Peter Lewis menciptakan sebuah mesin bernama Byfusion sebagai solusi penanganan limbah dan penghematan harga bahan bangunan. Mesin ini mampu mengolah tumpukan sampah plastik menjadi batu bata yang tidak kalah kuat jika dibandingkan dengan batu bata asli. Untuk membuat 1 buah batu bata, diperlukan limbah plastik seberat 10 kg. Waktu pembuatan satu buah batu bata juga cukup singkat, yaitu hanya 30-45 detik.

Material bangunan daur ulang cenderung lebih ekonomis dan dapat menjadi salah satu solusi di tengah meningkatnya harga bahan bangunan. Meski terbuat dari barang bekas, material daur ulang tidak kalah kuat dibandingkan material bangunan biasa. Agar bangunan yang dihasilkan tetap kuat, Anda tetap harus memperhatikan bahan-bahan utama pembangunan, seperti semen. Pastikan Anda menggunakan semen berkualitas premium, seperti Semen Merah Putih untuk menghasilkan bangunan yang kuat dan tahan lama.

Share this page
 
TERBARU DARI KAMI
HUBUNGI KAMI
Gama Tower Lt. 43
Jl. HR. Rasuna Said Kav.C-22,
Jakarta Selatan, Indonesia
Telepon: +62 21 2188 9999
Fax: +62 21 2188 9991
 
phone logo
 
Layanan Bebas Pulsa
0800-1-12-1111
   
Copyright © 2016 PT Cemindo Gemilang. All Rights Reserved.